Bicarasurabaya.com – Sebanyak 9.400 jemaah umrah asal Jawa Timur tertahan di Arab Saudi akibat memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Kepulangan mereka ke Indonesia untuk sementara ditunda demi alasan keselamatan.
Pelaksana Tugas Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kantor Wilayah Jawa Timur, Asadul Anam, membenarkan penundaan tersebut.
“Kurang lebih 9.400 jemaah asal Jatim tertunda kepulangannya,” kata Anam dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (3/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Anam, penundaan dilakukan menyesuaikan jalur penerbangan dan kebijakan otoritas setempat di tengah eskalasi konflik kawasan. Faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama.
Meski demikian, ia memastikan seluruh jemaah dalam kondisi aman dan berada di bawah pendampingan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
“Sampai saat ini aman dan terus dalam pendampingan,” ujarnya.
Kemenhaj Jatim mengimbau keluarga jemaah di Tanah Air tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pemerintah serta otoritas Arab Saudi.
Di sisi lain, pemerintah pusat juga meminta calon jemaah umrah menunda keberangkatan hingga situasi dinyatakan kondusif.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan penundaan dilakukan menyusul kondisi Timur Tengah yang belum stabil.
Ia menegaskan pemerintah terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, maskapai, dan PPIU untuk memastikan jemaah terdampak tetap mendapatkan fasilitas yang aman dan layak.
Pemerintah menyatakan akan memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah lanjutan demi keselamatan jemaah.
Dengan ribuan jemaah masih berada di Arab Saudi, kepastian jadwal kepulangan kini sangat bergantung pada perkembangan keamanan kawasan dan kebijakan penerbangan internasional. (BS/za)











