Banjir Jember Meluas ke 23 Desa, 7.445 KK Terdampak dan Satu Warga Tewas

- Publisher

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi/Istimewa

i

Foto: Ilustrasi/Istimewa

Bicarasurabaya.com – Banjir yang melanda Kabupaten Jember, Jawa Timur, meluas hingga 23 desa di 10 kecamatan. Sebanyak 7.445 kepala keluarga (KK) terdampak, dan satu warga dilaporkan meninggal dunia.

Data terbaru Pusat Pengendali dan Operasional (Pusdalops) mencatat, wilayah terdampak bertambah dari delapan menjadi 10 kecamatan setelah asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember Edi Budi Susilo mengatakan banjir dipicu hujan deras yang mengguyur Jember sejak Kamis (12/2) sore hingga Jumat (13/2). Debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga.

“Dari hasil asesmen TRC, banjir meluas ke 10 kecamatan dan 23 desa. Saat ini air sudah surut,” kata Edi, Sabtu.

Sepuluh kecamatan terdampak meliputi Panti, Sukorambi, Rambipuji, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, Balung, Wuluhan, dan Puger.

Dari total 7.445 KK terdampak, jumlah terbanyak berada di Kecamatan Rambipuji dengan 3.774 KK.

BPBD juga mencatat kelompok rentan terdiri dari 74 balita, 82 lansia, dan empat penyandang disabilitas. Sebanyak 557 warga sempat mengungsi saat banjir mencapai puncaknya.

Baca Juga:  Empat Calon Haji Dipulangkan dari Embarkasi Surabaya karena Sakit

“Seluruh pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing dan mulai membersihkan sisa lumpur,” ujarnya.

Satu korban meninggal dunia bernama Siti Nurfadila (55). Korban tersengat listrik saat membersihkan rumahnya di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kamis malam.

Selain korban jiwa, banjir juga merusak sejumlah infrastruktur. Tercatat 11 rumah rusak ringan, tiga jembatan ambruk, satu masjid roboh, satu pondok pesantren, balai desa, serta sekolah TK dan SD terendam. Satu Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) turut terdampak. Sebanyak 12 speedboat juga dilaporkan terbawa arus.

Baca Juga:  Emas Kompak Naik: Antam Rp2,9 Juta, UBS dan Galeri24 Menguat

BPBD bersama perangkat daerah telah menyalurkan bantuan logistik dan melakukan penanganan di lokasi terdampak.

Edi mengimbau warga tetap waspada. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga 20 Februari 2026.

Meski banjir telah surut, risiko susulan masih mengintai seiring tingginya intensitas hujan di wilayah tersebut. (BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB