Bicarasurabaya.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggerakkan seluruh desa untuk memperkuat perang melawan narkoba. Melalui Deklarasi Jawa Timur Bersih Narkoba (BERSINAR), Jatim menargetkan diri menjadi role model nasional provinsi bebas narkoba.
Deklarasi dibacakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Balai Pemuda Surabaya, Jumat (13/2/2026). Pada kesempatan itu, Khofifah juga menerima Penghargaan P4GN dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.
Khofifah menegaskan, desa memiliki peran strategis sebagai benteng awal pencegahan peredaran narkoba. Dengan jumlah 8.494 desa, Jawa Timur dinilai memiliki kekuatan besar jika pengawasan dan edukasi dilakukan dari tingkat akar rumput.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebut kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Desa, dan BNN penting untuk membentuk pengawal-pengawal di desa, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pola dan jenis narkoba yang terus berkembang.
“Narkoba merusak kapasitas dan kualitas sumber daya manusia. Karena itu pencegahan harus dimulai dari desa,” kata Khofifah.
Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto mengapresiasi komitmen Pemprov Jatim yang dinilai konsisten mengembangkan Desa Bersinar, mulai dari pencegahan, penindakan, hingga rehabilitasi berbasis masyarakat.
Menurutnya, persoalan narkoba tidak bisa ditangani satu pihak. Ia juga mengingatkan agar korban penyalahgunaan narkoba tidak distigma.
“Korban harus dirangkul dan direhabilitasi. Kami membuka call center 184 untuk layanan informasi dan rehabilitasi,” ujarnya.
BNN saat ini memperkuat layanan rehabilitasi melalui Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) di klinik dan rumah sakit, serta Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) di desa. Edukasi juga diperluas lewat program Ananda BERSINAR dan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN).
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan, deklarasi BERSINAR bukan sekadar simbolik. Dengan jumlah desa terbanyak di Indonesia, Jawa Timur dinilai berpeluang menjadi contoh nasional.
“Kalau desa-desa di Jawa Timur bersih narkoba, Jawa Timur juga bersih narkoba. Jangan takut melapor dan melawan bandar,” tegas Yandri.
Deklarasi BERSINAR diharapkan menjadi gerakan kolektif lintas sektor untuk memperkuat ketahanan sosial desa, sekaligus mendukung agenda nasional pemberantasan narkoba. (BS/za)











