Misi Dagang Perdana 2026, Transaksi Jatim–Jateng Tembus Rp3,15 Triliun

- Publisher

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah pimpin Misi Dagang 2026 di Jateng. (Foto: Dok Humas Pemprov Jatim)

i

Gubernur Khofifah pimpin Misi Dagang 2026 di Jateng. (Foto: Dok Humas Pemprov Jatim)

Bicarasurabaya.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Misi Dagang dan Investasi Perdana 2026 antara Jawa Timur dan Jawa Tengah. Digelar di Semarang, Kamis (29/1) kemarin, kegiatan ini membukukan komitmen transaksi senilai Rp3,152 triliun.

Misi dagang tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) kedua provinsi, serta pelaku usaha dari berbagai asosiasi, mulai Kadin, HIPMI, IWAPI, REI, hingga Gekrafs.

Khofifah menilai misi dagang menjadi instrumen penting untuk memperkuat konektivitas perdagangan antarwilayah, memperluas pasar domestik, dan mengintegrasikan rantai pasok regional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari business matching terlihat kebutuhan yang saling melengkapi antara Jawa Timur dan Jawa Tengah,” kata Khofifah dalam keterangannya yang dikutip, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga:  Belasan PJU Surabaya Padam akibat Kabel Dicuri

Hingga pukul 17.00 WIB, nilai transaksi tercatat Rp3,152 triliun. Rinciannya, Jatim Jual mencapai Rp2,759 triliun, Jatim Beli Rp296,86 miliar, dan Jatim Investasi Rp96 miliar.

Produk unggulan Jawa Timur yang diperdagangkan meliputi sektor peternakan, pangan, perikanan, industri pengolahan, perkebunan, dan kehutanan. Komoditasnya antara lain daging ayam dan sapi, beras, gula kristal putih, kopi, susu, pakan ikan dan udang, seafood, produk tekstil, hingga pupuk organik cair.

Sebaliknya, Jawa Timur membeli sejumlah komoditas dari Jawa Tengah, seperti kayu bulat, tembakau, cengkeh, tepung tapioka, gula merah tebu, botol plastik, serta produk UMKM pangan. Pola transaksi dua arah ini dinilai mampu mengoptimalkan muatan berangkat dan balik antarwilayah.

Baca Juga:  Bawang Merah dan Cabai Rawit Turun, Daging Sapi Naik

“Perdagangan ini mencerminkan kekuatan dan kebutuhan masing-masing daerah, sekaligus mendukung integrasi pasar domestik dan substitusi impor,” ujar Khofifah.

Sepuluh transaksi terbesar dalam misi dagang ini didominasi sektor peternakan dengan nilai Rp1,13 triliun per tahun. Selain itu, tercatat kerja sama gula kristal putih senilai Rp300 miliar per tahun, industri hasil tembakau Rp192 miliar per tahun, serta sektor perikanan dan pangan dengan nilai ratusan miliar rupiah.

Khofifah menambahkan, penguatan perdagangan antarwilayah menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan ekonomi Jawa Timur. Pada Triwulan III-2025, ekonomi Jatim tumbuh 5,22 persen (yoy), di atas rata-rata nasional 5,04 persen.

Dengan PDRB ADHB Rp867,39 triliun, Jawa Timur berkontribusi 14,54 persen terhadap PDB nasional dan 25,65 persen terhadap PDRB Pulau Jawa. Jawa Timur juga mencatat surplus perdagangan antarwilayah terbesar nasional sebesar Rp209 triliun.

Baca Juga:  Geger Sahur di Surabaya: Piton 2,5 Meter Ditemukan di Gorong-gorong

Nilai perdagangan Jawa Timur–Jawa Tengah tercatat Rp47,58 triliun, dengan surplus Jawa Timur sebesar Rp9,05 triliun.

Sejak 2019 hingga Januari 2026, Pemprov Jawa Timur telah menggelar 49 misi dagang domestik di 29 provinsi dengan total komitmen transaksi Rp30,52 triliun, serta enam misi dagang luar negeri dengan potensi transaksi Rp5,896 triliun.

“Mari terus memperkuat sinergi agar tumbuh dan sejahtera bersama,” pungkas Khofifah.

Misi dagang ini juga ditandai dengan penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama antar-OPD dan pelaku usaha kedua provinsi sebagai penguatan kolaborasi antarwilayah. (BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB