Pemkot Surabaya Gandeng Kampus Deteksi Pohon Rawan Tumbang

- Publisher

Senin, 22 Desember 2025 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas DLH Surabaya sedang melakukan perantingan pohon agar tidak membahayakan pengguna jalan. (Foto: Dok DLH Surabaya/bs)

i

Petugas DLH Surabaya sedang melakukan perantingan pohon agar tidak membahayakan pengguna jalan. (Foto: Dok DLH Surabaya/bs)

Bicarasurabaya – Pemerintah Kota Surabaya memperkuat mitigasi risiko pohon tumbang dengan menggandeng perguruan tinggi untuk mendeteksi kondisi pohon menggunakan alat khusus. Langkah ini ditempuh menyusul sejumlah kejadian pohon tumbang saat angin kencang melanda Kota Pahlawan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Dedik Irianto mengatakan, kolaborasi ini tidak hanya melibatkan akademisi, tetapi juga lintas perangkat daerah, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP).

Melalui kerja sama tersebut, petugas lapangan dilatih menggunakan alat pendeteksi guna menilai kekuatan dan tingkat kerawanan pohon secara lebih objektif. Pelatihan dilakukan mulai dari sosialisasi hingga praktik langsung di lapangan.

Menurut Dedik, tantangan utama penanganan pohon di Surabaya adalah faktor usia. Banyak pohon besar yang saat ini memberi kenyamanan dan kesejukan kota ditanam puluhan tahun lalu, sehingga kondisinya kini tidak lagi muda.

“Pohon-pohon yang sekarang besar dan rindang itu ditanam sudah lama. Seiring waktu, usianya bertambah dan saat cuaca ekstrem, risikonya juga meningkat,” ujar Dedik dalam ketereangannya yang dikutip, Senin (22/12/2025).

Ia menjelaskan, tidak seperti bangunan yang memiliki usia struktur jelas, pohon memerlukan penilaian berkala karena kerentanannya dipengaruhi banyak faktor, mulai dari usia, kondisi batang, hingga lingkungan sekitar. Karena itu, DLH mulai melakukan pemetaan risiko untuk mengetahui pohon-pohon yang berpotensi rawan tumbang.

Saat ini, penggunaan alat pendeteksi masih dalam tahap uji coba sekaligus pelatihan petugas. Setelah tahapan tersebut rampung, DLH akan melanjutkan pemeriksaan secara lebih menyeluruh di berbagai titik kota.

Baca Juga:  Sedekah Bumi Karangan, Merawat Tradisi di Tengah Kota Surabaya

Selain upaya pencegahan, Dedik juga menekankan kemudahan akses bagi masyarakat yang ingin mengajukan permohonan perantingan atau pemotongan pohon. Setiap laporan akan diteruskan ke petugas sesuai wilayah kerja.

Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui RT/RW dengan mencantumkan lokasi pohon dan, jika memungkinkan, foto kondisi pohon. Informasi tersebut membantu petugas menyiapkan peralatan yang sesuai sebelum turun ke lapangan.

“Tidak harus kirim surat fisik. Lewat RT/RW saja, sertakan lokasi dan foto, supaya petugas bisa langsung siap saat ke lapangan,” kata Dedik.

Selain jalur tersebut, layanan digital juga tersedia melalui aplikasi Surabaya Single Window (SSW) Alfa maupun kanal pengaduan warga. Dedik menegaskan, layanan pemotongan atau perantingan pohon tidak dipungut biaya.

Baca Juga:  Surabaya Holiday Super Sale Digelar Sebulan, Target Perputaran Ekonomi Rp15 Triliun

“Tidak ada biaya. Yang ada hanya kewajiban penggantian pohon, dan itu sudah dijelaskan detail di SSW Alfa, termasuk jenis dan diameter pohon,” ujarnya.

Terkait laporan yang belum tertangani, Dedik memastikan DLH menerapkan skala prioritas berdasarkan tingkat bahaya. Pohon yang kondisinya keropos, berusia tua, atau berada di lokasi strategis seperti tepi jalan raya akan didahulukan.

“Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama. Pohon di pinggir jalan yang berpotensi mengganggu lalu lintas tentu kami tangani lebih dulu,” pungkasnya. (BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB