UMKM Mojokerto Tembus Ekspor Molase ke Australia, Nilai Awal Rp166 Juta

- Publisher

Selasa, 9 Desember 2025 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku UMKM Mojokerto berhasil tembus ekspor produk tetes tebu ke Australia. (Foto: Dok Kemendag/bs)

i

Pelaku UMKM Mojokerto berhasil tembus ekspor produk tetes tebu ke Australia. (Foto: Dok Kemendag/bs)

Bicarasurabaya.com – Sebuah pelaku usaha asal Mojokerto, Jawa Timur, berhasil melepas ekspor perdana tetes tebu (molase) ke Australia dengan nilai sekitar 10 ribu dolar AS atau Rp166,5 juta. Kementerian Perdagangan menyebut capaian ini menjadi sinyal positif bagi penguatan desa ekspor dan daya saing UMKM di pasar global.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengatakan keberhasilan CV Mitra Tata Usaha menembus pasar Australia menunjukkan produk Indonesia semakin kompetitif.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Turun Lagi, Kini Rp 2,601 Juta per Gram

“Ini membuktikan produk kita mampu bersaing di pasar internasional dan bisa membuka jalan untuk diversifikasi ekspor ke Australia,” ujar Puntodewi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (9/12/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ekspor perdana ini merupakan hasil pendampingan Export Center Surabaya yang selama ini mendorong perluasan pasar bagi pelaku usaha Indonesia. Selain membantu akses pasar, pusat pendampingan tersebut memberikan layanan konsultasi regulasi ekspor, business matching, hingga asistensi peningkatan kualitas produk.

Baca Juga:  RSUD Dr Soetomo Tangani 9 Korban Petasan, 1 Tewas

Data Kemendag mencatat nilai ekspor molase Indonesia ke dunia pada Januari–September 2025 mencapai 3,48 juta dolar AS. Negara tujuan utama di periode tersebut adalah Guinea, Somalia, Sierra Leone, Pantai Gading, dan Malaysia. Penetrasi ke Australia menjadi pasar baru yang dinilai potensial untuk diperluas.

Puntodewi menegaskan Kemendag terus memperkuat dukungan bagi eksportir maupun calon eksportir, khususnya UMKM. Program Export Center, yang kini berada di Surabaya, Balikpapan, Batam, dan Makassar, dirancang untuk mempercepat transformasi pelaku usaha menjadi eksportir dan menjangkau pembeli mancanegara.

Baca Juga:  Plafon SMPN 60 Surabaya Ambruk, Pemkot Bentuk Satgas Evaluasi Sekolah

“Kemendag berkomitmen memberikan dukungan komprehensif, mulai pelatihan, informasi pasar, promosi dagang internasional, hingga pendampingan sertifikasi. Kami ingin memperluas jangkauan produk UMKM di pasar dunia,” kata Puntodewi. (BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB