Bicarasurabaya.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan kondisi di lokasi semburan gas di Sungai Kebon Agung, Rungkut, telah aman dan terkendali. Ia turun langsung bersama tim dari Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk memastikan sumber kebocoran tertangani dengan benar.
Eri mengungkapkan, dirinya sudah mendatangi lokasi sejak malam pertama kejadian. “Sekitar pukul setengah sebelas malam saya langsung ke sini dan meminta BPBD berkoordinasi dengan PGN serta ITS agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya saat meninjau lokasi, Sabtu (18/10/2025).
Ia menegaskan pentingnya koordinasi lintas instansi demi menjaga keamanan warga dan mencegah penyebaran informasi yang menyesatkan. Eri juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuat konten atau komentar di lokasi tanpa memahami situasi sebenarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau bukan ahlinya, jangan asal bicara. Datanglah dengan solusi, bukan hanya komentar. Ini jadi pembelajaran untuk kita semua,” tegasnya.
Menurut Eri, pihaknya sejak awal tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab semburan gas. “Saya bukan ahlinya, karena itu saya minta PGN dan ITS yang menjelaskan. Setelah dicek, ternyata sumbernya dari pipa gas,” jelasnya.
Sementara itu, General Manager Sales and Operation Region III PGN, Hedi Hedianto, mengapresiasi langkah cepat Pemkot Surabaya, BPBD, ITS, dan warga dalam menangani insiden tersebut. Ia mengatakan PGN segera bergerak begitu menerima laporan dari masyarakat melalui Command Center 112.
“Begitu laporan masuk, kami langsung ke lokasi dan menutup aliran gas di area terdampak. Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Hedi memastikan seluruh aliran gas di area tersebut telah ditutup dengan aman. “Sejak kemarin sore, semburan gas sudah berhenti dan tidak ada lagi deteksi kebocoran. Kondisinya sekarang aman,” tambahnya.
PGN mencatat ada sekitar 10 ribu pelanggan rumah tangga di kawasan Rungkut, dengan 475 pelanggan terdampak langsung. Meski begitu, tidak ada gangguan layanan selama proses penanganan berlangsung.
“Alhamdulillah, layanan gas tetap normal. Kami hanya melakukan rekondisi di lokasi galian dan akan terus mengevaluasi keandalan jaringan,” kata Hedi.
Ia menambahkan, posisi pipa yang bocor berada di kedalaman sekitar tiga meter di bawah dasar sungai, dan perbaikan dilakukan dengan metode boring untuk menjaga stabilitas tanah. (ZAE)









