Pemkot Surabaya Peringatkan Penipuan Catut Nama Wali Kota Eri Cahyadi

- Publisher

Selasa, 14 Oktober 2025 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto : Tangkapan layar WA-Ist/BS)

i

(Foto : Tangkapan layar WA-Ist/BS)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota Surabaya mengimbau masyarakat mewaspadai modus penipuan yang mencatut nama Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, melalui aplikasi pesan instan.
Belakangan ini, beredar akun WhatsApp palsu dengan nomor 0813-5612-7886 yang menggunakan foto dan nama Wali Kota Eri untuk memperdaya calon korban.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Surabaya, M. Fikser, mengatakan akun tersebut bukan milik Wali Kota dan diduga digunakan pelaku untuk meminta bantuan dana kepada masyarakat.

“Ada pihak yang mengaku sebagai wali kota dan meminta bantuan uang. Kami tegaskan, nomor itu bukan milik beliau. Warga diminta tidak mudah percaya pada pesan mencurigakan yang mengatasnamakan pejabat pemerintah,” ujarnya, Senin (13/10/2025).

Menurut Fikser, modus penipuan ini menyerupai pola lama yang memanfaatkan identitas pejabat publik untuk memancing kepercayaan korban. Pelaku biasanya mengirim pesan pribadi, memohon bantuan dana, atau menawarkan proyek fiktif.

Ia menegaskan, setiap komunikasi resmi dari Pemkot Surabaya hanya disampaikan melalui kanal dan akun resmi, bukan lewat pesan pribadi.

“Jika ada pesan atau telepon yang mengatasnamakan pejabat pemkot, apalagi disertai permintaan uang, bisa dipastikan itu penipuan,” tegasnya.

Baca Juga:  Pendatang Tanpa Kerja Bisa Ditolak Masuk Surabaya

Pemkot Surabaya meminta masyarakat yang menerima pesan serupa untuk segera melapor ke aparat penegak hukum (APH) agar pelaku dapat ditindak.
Fikser juga mengingatkan ASN dan pegawai BUMD agar berhati-hati dan tidak menyebarkan pesan mencurigakan tanpa verifikasi.

“Pastikan kebenarannya melalui kanal resmi pemerintah kota. Pemkot tidak bertanggung jawab atas kerugian akibat tindakan pihak yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Selain memberikan imbauan, Pemkot Surabaya juga memperkuat pengawasan digital dan meningkatkan edukasi literasi digital kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui berbagai kanal resmi Pemkot untuk mencegah maraknya penipuan daring.

Baca Juga:  Kabar Gembira! Homebase Persebaya Tetap di Surabaya

“Peningkatan literasi digital sangat penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Dengan kesadaran masyarakat yang tinggi, kami berharap tak ada warga yang menjadi korban penipuan digital,” pungkas Fikser.(BS/za)

Berita Terkait

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB