Aktivis 98 Desak KPK Usut Dana Hibah Jatim 2023, Singgung Peran Gubernur

- Publisher

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicarasurabaya.com – Kasus korupsi dana hibah kelompok masyarakat di Jawa Timur yang menyeret 21 orang, termasuk mantan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Jatim periode 2019–2022, dinilai menunjukkan kondisi darurat korupsi di provinsi ini. Eksponen 98 menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu melangkah lebih jauh dengan menelusuri penggunaan anggaran tahun 2023.

Aktivis 98, Kusnan Hadi atau Cak Kusnan, menyoroti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dana hibah yang belum dipertanggungjawabkan senilai lebih dari Rp 236 miliar di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya, serta Rp 101 miliar di Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga. “Dari tabel BPK terlihat jelas penggunaan anggaran yang diduga fiktif. SPJ seharusnya diselesaikan sebelum 29 April 2024, sesuai Pergub Jatim No. 7 Tahun 2024,” ujarnya, Sabtu (4/10/2025).

Baca Juga:  Massa Jaka Desak KPK Usut Peran Gubernur Khofifah dalam Kasus Hibah Jatim

Menurutnya, alih-alih ada perbaikan, kasus dugaan korupsi di Jawa Timur justru semakin mengakar. Ia menegaskan pemerintah pusat, mulai dari Presiden hingga aparat penegak hukum, perlu memberi perhatian serius. “Temuan BPK seolah hanya jadi sampah bagi pejabat Jatim,” kata Kusnan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, ia menuding lemahnya pengawasan di tingkat gubernur dan kepala dinas. “Pantas banyak warga mengatakan Jawa Timur ini autopilot, seolah tanpa gubernur. Bagaimana bisa mengawasi 41 juta penduduk jika belasan kepala dinas saja tidak terkontrol? Atau justru ini terjadi atas sepengetahuan gubernur?” sindirnya.

Baca Juga:  Adik Bupati Tulungagung Angkat Bicara, Tegaskan Bukan Bagian Kasus

Kusnan bahkan menyebut praktik korupsi sebagai “perampokan uang rakyat.” Ia mengaku memiliki data lengkap penerima hibah, mulai dari nama, alamat, hingga kelompok penerima. Menurutnya, jika gubernur tutup mata, sebaiknya mundur dari jabatannya.

Menanggapi kemungkinan adanya aksi lanjutan seperti yang pernah dilakukan sejumlah aktivis, Kusnan menyatakan masih menunggu momentum. “Beberapa kawan sudah menghubungi. Kalau harus ada gerakan, yang utama adalah memperkuat jaringan: mahasiswa, organisasi daerah, elemen masyarakat. Tapi yang terpenting, KPK segera kembali ke Jawa Timur untuk mengungkap dana hibah 2023 dan memastikan gubernur ikut bertanggung jawab,” pungkasnya.(BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB