Bicarasurabaya.com – Jumlah korban akibat runtuhnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, kembali bertambah. Hingga Jumat (3/10) malam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total 167 korban, dengan 14 orang meninggal dunia.
Dari jumlah tersebut, 103 korban berhasil selamat, termasuk 89 orang yang sudah diperbolehkan pulang. Sebanyak 14 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara satu orang dirujuk ke Mojokerto. Selain itu, 49 orang lainnya masih dalam pencarian berdasarkan daftar absensi pondok.
Hari kelima pencarian, tim SAR gabungan mengevakuasi delapan jenazah tambahan dari berbagai titik sektor pencarian. Temuan terbaru ini membuat jumlah korban tewas meningkat menjadi 14 orang. Evakuasi dilakukan di beberapa lokasi, antara lain area tempat wudhu (sektor A2), sisi timur bangunan (A3), serta sektor A1 dan A4.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Proses pembersihan puing berlangsung 24 jam penuh. Begitu ditemukan jenazah, tim medis langsung melakukan evakuasi dan penanganan lebih lanjut,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (4/10/2015).
BNPB menjelaskan, pembagian area pencarian menjadi sektor A1 hingga A4 bertujuan mempermudah koordinasi. Sektor A2, lokasi tempat wudhu, menjadi salah satu titik paling sulit karena banyak material runtuhan. Sementara sektor A3 di sisi timur masih tertutup timbunan beton tebal.
Upaya pencarian melibatkan Basarnas, BPBD, TNI-Polri, PMI, Tagana, Pemadam Kebakaran, dan relawan. Fokus saat ini adalah pembersihan puing di sisi utara bangunan yang dinilai paling berisiko dan tidak lagi menyatu dengan struktur utama.
Proses evakuasi diperkirakan masih akan memakan waktu seiring pencarian puluhan korban yang belum ditemukan. Tragedi ini menjadi salah satu musibah terburuk di Sidoarjo dalam beberapa tahun terakhir, dengan duka mendalam bagi keluarga santri dan masyarakat pesantren. (BS/za)











