Gerakan “Stop Tot Tot Wok Wok”, Pemkot Malang Nonaktifkan Sirine Pejabat

- Publisher

Rabu, 24 September 2025 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. (foto: Istimewa/BS)

i

Ilustrasi. (foto: Istimewa/BS)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menegaskan tidak lagi menggunakan sirine dan rotator dalam pengawalan kendaraan pejabat, termasuk wali kota dan wakil wali kota. Kebijakan ini merupakan instruksi langsung dari Wali Kota Wahyu Hidayat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan penonaktifan itu berlaku dalam setiap situasi, bahkan ketika rombongan pejabat terjebak kemacetan. “Kalau macet, kata wali kota, ya dinikmati saja,” ujarnya, Rabu (24/9/2025).

Baca Juga:  Gunung Semeru Erupsi Enam Kali Dengan Tinggi Letusan Capai 700 Meter

Meski demikian, penggunaan sirine dan rotator tetap dimungkinkan dalam kondisi tertentu yang bersifat mendesak. Widjaja mencontohkan, pengawalan presiden atau kendaraan kedaruratan seperti ambulans dan mobil pemadam kebakaran. “Pada prinsipnya, rotator dan sirine dipakai sesuai kebutuhan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebijakan ini sejalan dengan keresahan publik atas maraknya penggunaan sirine dan rotator di jalan raya yang dinilai mengganggu. Di media sosial, keluhan warga terwadahi dalam gerakan sindiran “Stop Tot Tot Wok Wok” — meniru bunyi sirine dan rotator — yang menuntut penggunaannya dibatasi hanya untuk situasi darurat.

Baca Juga:  AHY Ingin IKA UNAIR Hadirkan Rekomendasi untuk Pemerintah

Dengan keputusan ini, Pemkot Malang berharap lalu lintas kota lebih tertib sekaligus menunjukkan pejabat siap merasakan kondisi jalan yang sama dengan masyarakat umum.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB