Eri Cahyadi Instruksikan Pengawasan Ketat Kos-Kosan di Pemukiman Surabaya

- Publisher

Rabu, 24 September 2025 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Dok Humas/BS)

i

(Foto: Dok Humas/BS)

Bicarasurabaya.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menginstruksikan seluruh kepala perangkat daerah, camat, dan lurah untuk memperketat pengawasan rumah indekos di kawasan pemukiman warga. Langkah ini, menurutnya, penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus kenyamanan warga kota.

Eri menekankan dua hal utama dalam pengelolaan kos-kosan. Pertama, soal perizinan. Ia meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) berkoordinasi dengan Komisi A DPRD Surabaya untuk membahas regulasi perizinan kos.

Baca Juga:  Kos di Sidosermo Surabaya Terbakar, Satu Warga Luka Bakar Ringan

“Kos-kosan tidak memiliki retribusi khusus. Karena itu perlu dibicarakan bersama DPRD agar jelas mekanismenya,” ujarnya saat memberikan arahan di Graha Sawunggaling, Rabu (24/9/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua, Eri menekankan pentingnya kehadiran pemilik atau pengelola kos di lokasi. Menurutnya, keberadaan “ibu atau bapak kos” akan memastikan penghuni dapat diawasi. “Kalau kos di pemukiman tanpa pengawasan, risiko tindak kriminal bisa meningkat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar pendirian kos di kawasan padat penduduk mendapat persetujuan warga. Minimal sepertiga hingga dua pertiga warga harus dilibatkan untuk menjaga ketenteraman lingkungan. Namun, aturan ini tidak berlaku jika kos didirikan di tepi jalan raya utama yang minim interaksi langsung dengan warga sekitar.

Baca Juga:  Konsleting Diduga Picu Kebakaran Toko Bangunan di Bratang Surabaya

Eri mencontohkan kasus ketika sebuah rumah di pojok gang mendadak dijadikan kos tanpa persetujuan warga. “Lalu lintas penghuni bisa mengganggu kenyamanan warga kampung. Kalau dibiarkan, lingkungan jadi rawan dan sulit diawasi,” jelasnya.

Selain itu, ia menegaskan agar kos-kosan tidak bercampur antara laki-laki dan perempuan di satu pemukiman. Menurutnya, pola hidup penghuni kos bisa berdampak pada lingkungan sekitar, khususnya anak-anak.

Instruksi pengawasan ini, kata Eri, juga sejalan dengan program Pemkot untuk memperkuat Kampung Pancasila. Melalui nilai gotong royong dan kepedulian warga, keamanan serta ketertiban kampung diharapkan semakin terjaga.

Baca Juga:  Eri-Armuji Safari Politik ke Sejumlah Partai, Ajak Bersinergi Bangun Surabaya

“Mulai sekarang, mari kita perkuat Kampung Pancasila. Nilai-nilai Pancasila harus hidup di tengah masyarakat agar persoalan sosial bisa dicegah,” pungkasnya.(BS/za)

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB