Pencurian Alat Seismik Ganggu Pemantauan Aktivitas Gunung Kelud

- Publisher

Rabu, 10 September 2025 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak sisa alat pemantau Gunung Kelud di Kediri yang dicuri. (Foto: Istimewa/BS)

i

Tampak sisa alat pemantau Gunung Kelud di Kediri yang dicuri. (Foto: Istimewa/BS)

BicaraSurabaya.com – Raibnya alat pemantau aktivitas Gunung Kelud baru diketahui setelah petugas mengira ada kerusakan pada aki atau alat tidak bekerja karena kekurangan sinar matahari. Akibatnya, membuat proses pemantauan aktivitas gunung api terganggu.

“Awalnya kami kira aki drop atau kurang sinar matahari. Tapi setelah dicek, ternyata ada pencurian,” kata Pengamat Gunung Kelud, Budi Prianto, Rabu (10/9/2025).

Diketahuinya alat seharga Rp 1,5 miliar itu hilang setelah pihaknya tidak mendapatkan data atau mendapat kiriman data. Menurutnya, pertama kali diketahui pada 8 September 2025 saat alat tidak lagi mengirimkan data.

Adapun perangkat alat yang dicuri hilang di antaranya enam unit aki, penangkal petir, seismik broadband Certimus beserta kabel, serta sejumlah kabel.

Alat tersebut berfungsi merekam getaran gempa dan pergeseran titik (deformasi) yang menjadi indikator penting aktivitas vulkanik. “Selain kerugian materiil, kerugian data juga besar karena kami kehilangan rekaman penting,” ungkap Budi.

Lokasi alat yang hilang berada di jalur pendakian yang sulit dijangkau masyarakat umum tepatnya berada di Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Baca Juga:  Cegah Gangguan Kamtibmas, Surabaya Stop Sahur on the Road

“Kalau pendaki mungkin bisa lewat, tapi orang awam akan kesulitan. Jalurnya dekat dengan pendakian Situs Gadungan,” imbuhnya.

Untuk memantau aktivitas Gunung Kelud terpasang sembilan unit alat pemantau yang tersebar di sejumlah titik di Kediri, Blitar, dan Malang. Perangkat yang hilang itu baru dipasang sekitar satu tahun lalu, bersamaan dengan dua alat lain di Kecamatan Ngantang (Malang) dan Desa Besowo (Kediri).

Kasus ini telah dilaporkan ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung serta ke Polsek Gandusari, Kabupaten Blitar. Di lokasi sebenarnya sudah terpasang pagar dan papan peringatan bahwa alat tersebut digunakan untuk pemantauan Gunung Kelud, lengkap dengan ancaman sanksi denda Rp500 juta dan hukuman penjara lima tahun.

Baca Juga:  Polisi Terapkan Rekayasa Lalin di 22 Titik Saat May Day Surabaya

“Namun ternyata masih ada yang berani mengambil,” sesal Budi. (BS/Za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB