Pertahankan Predikat KLA Kategori Utama, Surabaya Komitmen Penuhi Hak Anak

- Publisher

Jumat, 22 Agustus 2025 - 15:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat sambutan di peringatan Hari Anak Nasional/dok.Diskominfo Surabaya

i

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat sambutan di peringatan Hari Anak Nasional/dok.Diskominfo Surabaya

Bicarasurabaya.com – Kota Surabaya kembali meraih prestasi nasional dengan mempertahankan penghargaan Kota Layak Anak (KLA) kategori Utama untuk ketujuh kalinya. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifah Fauzi, kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam acara penganugerahan di Jakarta, Jumat (8/8/2025).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan, keberhasilan itu merupakan hasil konsistensi Pemkot Surabaya dalam mengintegrasikan prinsip hak anak ke dalam kebijakan publik. “Selama ini, Pemkot Surabaya selalu mengutamakan hak-hak anak. Bahkan, usulan dari anak-anak langsung kami jadikan kegiatan,” ujar Wali Kota Eri, Jumat (22/8/2025).

Ia menjelaskan bahwa di Kota Pahlawan, anak-anak dilibatkan secara aktif dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Pemkot Surabaya juga menyediakan aplikasi Si Talas sebagai ruang aspirasi anak. “Ini menunjukkan bahwa anak-anak benar-benar terlibat dalam setiap proses pembangunan di Surabaya,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, pemenuhan hak anak di Surabaya juga dilakukan sejak lahir. Mulai dari penerbitan akta kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga akses pendidikan dan pelayanan kesehatan. “Sekolahnya gratis, bahkan anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan seragam dan peralatan sekolah gratis. Hal-hal ini belum tentu ada di kota lain,” katanya.

Baca Juga:  3,5 Tahun 113.426 PJU Terpasang hingga Perkampungan

Meski demikian, Wali Kota Eri menilai, penghargaan KLA kategori Utama tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah (PD), stakeholder, hingga masyarakat. Salah satu bentuknya adalah melalui Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH). “Ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengasuhan anak,” imbuhnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama istrinya saat  berada di peringatan Hari Anak Nasional/dok.Diskominfo Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama istrinya saat berada di peringatan Hari Anak Nasional/dok.Diskominfo Surabaya

Selain membangun kebijakan, Wali Kota Eri menekankan pentingnya lingkungan yang aman dan sehat bagi tumbuh kembang anak. Baginya, anak-anak adalah calon pemimpin bangsa. “Anak-anak inilah yang akan menjadi pemimpin di Kota Surabaya. Maka dia butuh tumbuh kembang yang bagus, dia butuh ketenangan dan keyakinan,” ujarnya.

Di samping itu, Wali Kota Eri juga menekankan pentingnya membangun karakter khas “Arek Suroboyo” yang berani berpendapat, berani berbuat, dan berani bertanggung jawab. “Karena dari situlah, komitmen itu akan kita gunakan untuk membuat anggaran di Pemkot Surabaya,” katanya.

Menurutnya, capaian KLA kategori Utama menjadi kado istimewa pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025. Pemkot Surabaya pun menggelar berbagai kegiatan edukatif dan interaktif untuk menyemarakkan momentum tersebut. Salah satunya adalah Senam Ceria di SDN Kedung Baruk yang diikuti lebih dari 300 anak PAUD dan SD, Selasa (22/7/2025).

Baca Juga:  46 Hotel Surabaya Gunakan Produk UMKM

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya, Rini Indriyani, menyebut kegiatan ini bertujuan mengajarkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, mulai dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, hingga tidur tepat waktu. “Kegiatan ini juga menjadi bagian dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak yang dilaksanakan serentak di seluruh PAUD, TK, dan SD,” ujar Bunda Rini.

Masih di hari yang sama, Pemkot Surabaya juga mengajak anak-anak belajar pangan sehat melalui panen bersama di Mini Agrowisata Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya. Mereka diajak memanen padi, melon, brokoli, serta memberi makan ikan dan ayam.

“Kita berikan mereka pengetahuan yang luar biasa yang mungkin belum pernah mereka dapatkan. Mereka jadi tahu, sehingga akan menghargai makanan yang dibuatkan oleh orang tuanya,” imbuh Bunda Rini.

Selanjutnya pada Minggu (27/7/2025), Pemkot Surabaya bersama PKK menggelar kampanye Stop Perkawinan Anak dan Kekerasan Terhadap Anak saat Car Free Day di Taman Bungkul. Kegiatan tersebut melibatkan Forum Anak Surabaya (FAS), Duta GenRe, dan Karang Taruna.

Baca Juga:  Festival Rujak Uleg 2024, Wujud Kebersamaan dan Kekeluargaan Warga Membangun Surabaya

Sementara puncak peringatan HAN 2025 berlangsung di Tugu Pahlawan Surabaya, Kamis (21/8/2025). Dalam kesempatan itu, Wali Kota Eri memimpin pembacaan Komitmen Bersama Partisipasi Semesta untuk Anak Surabaya Menuju Indonesia Emas 2045. Selain itu, ia juga menyerahkan penghargaan kepada 681 siswa berprestasi dari jenjang TK, SD, hingga SMP.

Permainan saat peringatan Hari Anak Nasional/dok.Diskominfo Surabaya
Permainan saat peringatan Hari Anak Nasional/dok.Diskominfo Surabaya

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati, menegaskan kegiatan tersebut sejalan dengan status Surabaya sebagai bagian dari Child Friendly Cities Initiative (CFCI).

“Pemerintah kota hadir untuk melakukan pemenuhan hak anak. Ada hak untuk pendidikan, hak untuk kesehatan, hak untuk mendapatkan pengasuhan yang baik dari orang tuanya. Nah, kita bersama-sama berkolaborasi untuk mewujudkan itu,” kata Ida.

Maka dari itu, Ida menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan dari semua pihak dalam pemenuhan hak-hak anak di Kota Pahlawan. “Kami berharap anak-anak Surabaya dapat menjadi generasi yang hebat, terbebas dari kekerasan, dan tumbuh optimal dalam pengasuhan serta lingkungan yang baik,” tutupnya. (ADV)

Berita Terkait

Kolaborasi Pemkot Surabaya, Kejati Jatim dan BPN Berhasil Selamatkan Aset Senilai Rp1 Triliun
Lomba Kampung Pancasila Surabaya 2026 Dimulai, 1.360 RW Menuju 200 Besar dan 35 Terbaik
Aset Rp124 Miliar Kembali ke Pemkot Surabaya, Disiapkan untuk Dongkrak Ekonomi dan Kesejahteraan Warga
Program Pisang Danor Jadi Strategi Surabaya Kurangi Sampah dan Tekan Biaya TPA
SGE 2026 Catat Transaksi Rp7,75 Miliar, UMKM Surabaya Bidik Pasar Lebih Luas
Raih Dua Penghargaan Nasional, Surabaya Buktikan Satu Data NIK Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Sukses Tekan Bansos Salah Sasaran, Uji Coba Perlinsos Digital di Surabaya Hampir 100 Persen
Peringatan HAN 2026, Pemerintah Pusat Apresiasi Komitmen Surabaya Penuhi Hak dan Lindungi Anak

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 12:30 WIB

Kolaborasi Pemkot Surabaya, Kejati Jatim dan BPN Berhasil Selamatkan Aset Senilai Rp1 Triliun

Senin, 21 September 2026 - 13:25 WIB

Lomba Kampung Pancasila Surabaya 2026 Dimulai, 1.360 RW Menuju 200 Besar dan 35 Terbaik

Rabu, 9 September 2026 - 19:16 WIB

Aset Rp124 Miliar Kembali ke Pemkot Surabaya, Disiapkan untuk Dongkrak Ekonomi dan Kesejahteraan Warga

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Program Pisang Danor Jadi Strategi Surabaya Kurangi Sampah dan Tekan Biaya TPA

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:44 WIB

SGE 2026 Catat Transaksi Rp7,75 Miliar, UMKM Surabaya Bidik Pasar Lebih Luas

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB