Antisipasi Inflasi Jelang Akhir Tahun, Pemkot Surabaya dan TPID Tanam Ribuan Bibit Cabai dan Bawang

- Publisher

Rabu, 20 Agustus 2025 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jajaran pemkot dan warga menanam ribuan cabai/dok.bicarasurabaya.com

i

Jajaran pemkot dan warga menanam ribuan cabai/dok.bicarasurabaya.com

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), bergerak cepat mengantisipasi lonjakan harga komoditas pangan, khususnya cabai dan bawang merah, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Sebagai langkah proaktif, Pemkot Surabaya menggelar gerakan tanam cabai dan bawang serentak yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat umum hingga kelompok tani, di lahan Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) Jambangan, Jalan Jambangan Kebon Agung no 46, Surabaya, Rabu (20/8/2025).

Kepala DKPP, Antiek Sugiharti, mengatakan bahwa inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Urban Farming Competition yang telah berjalan sebelumnya. Gerakan ini bukan hanya sebatas seremonial, tetapi sebuah strategi nyata untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di pasar.

“Pagi ini tadi, tim TPID membuat kegiatan tindak lanjut. Jadi, Urban Farming Competition itu adalah gerakan menanam cabai dan bawang merah,” kata Antiek.

Program ini diawali dengan penanaman 1100 bibit cabai secara serentak di lahan aset milik Pemkot Surabaya. Penanaman ini dilakukan bersama dengan MBR dan anggota TPID. Selain itu, Pemkot juga mendistribusikan bibit cabai dalam jumlah besar kepada masyarakat.

“Kita membagikan kepada seluruh masyarakat melalui kecamatan, kelurahan, RW, dan RT sebanyak 25000 bibit. Bibit-bibit tersebut diharapkan dapat ditanam di pekarangan rumah, lahan kosong, atau di lingkungan sekitar, sehingga setiap keluarga bisa secara mandiri memenuhi kebutuhan cabai skala kecil,” jelasnya.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Siapkan Strategi Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok

Tidak berhenti di sana, Pemkot Surabaya juga memberikan dukungan kepada kelompok tani. Sekitar 6000 bibit dibagikan kepada kelompok tani konvensional maupun urban farming. Antiek menerangkan, kelompok tani konvensional didorong untuk menanam cabai dan bawang merah di lahan sawah mereka yang lebih luas. Sementara kelompok urban farming memanfaatkan lahan terbatas di sekitar rumah mereka.

“Kelompok tani, baik konvensional maupun urban farming juga sudah mulai melakukan pembibitan dan penanaman secara mandiri sejak beberapa hari sebelumnya. Dengan demikian, kami berharap, tiga bulan ke depan, pada Desember sudah bisa dilakukan panen,” terangnya.

Antiek menegaskan bahwa upaya ini adalah langkah antisipasi terhadap pola tahunan di mana permintaan cabai dan bawang cenderung meningkat drastis menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Kenaikan permintaan ini biasanya berujung pada lonjakan harga yang signifikan.

Baca Juga:  Inflasi Surabaya 5,11 Persen, Emas dan Tiket Pesawat Jadi Penyumbang

Dengan program tanam serentak, Pemkot Surabaya berharap pasokan dari lahan milik pemerintah, kelompok tani, dan pekarangan warga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.

“Sehingga di bulan Desember ketika Natal dan Tahun Baru tidak terjadi kenaikan yang signifikan terkait dengan harga cabai di pasaran di Surabaya. Ini merupakan salah satu strategi TPID untuk mengendalikan inflasi, selain upaya menjaga pasokan dari daerah asal. Dengan memberdayakan masyarakat dan kelompok tani, kebutuhan rumah tangga skala kecil bisa terpenuhi dari hasil panen sendiri, mengurangi tekanan pada pasar,” pungkasnya. (BS01)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB