Wali Kota Eri Minta Grup Forkom RT/RW LPMK Tidak Digunakan Bahas Politik!

- Publisher

Minggu, 14 Mei 2023 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sarasehan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama lurah dan warga RW XI, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir Surabaya (Foto: Pemkot Surabaya)

i

Sarasehan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama lurah dan warga RW XI, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir Surabaya (Foto: Pemkot Surabaya)


Bicarasurabaya.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta kepada masyarakat agar Whatsapp grup Forum Komunikasi (WAG Forkom) RT, RW, dan LPMK, tidak digunakan untuk membahas politik.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Eri dalam acara sarasehan bersama seluruh lurah dan camat di Balai RW XI, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir Surabaya, Sabtu (13/5/2023) sore.

Wali Kota Eri mengatakan, grup Forkom RT/RW dan LPMK dibuatnya sebagai wadah komunikasi antara pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan warga. Harapannya, melalui grup tersebut, perangkat RT/RW dan LPMK bisa melaporkan langsung berbagai permasalahan yang ada di kampungnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekali lagi demi Kota Surabaya, boleh berbeda pandangan politik, boleh berbeda pilihan, tapi jangan diungkapkan di grup Forkom,” kata Wali Kota Eri.

Baca Juga:  Wali Kota Risma Terus Kembangkan Kampung Surabaya Jadi Tempat Wisata

“Saya bentuk grup Forkom buat (RT/RW dan LPMK) menyampaikan ada warga miskin, pengangguran dan sebagainya. Jadi ayo menebarkan solutif, positif biar tidak ada gegeran (pertengkaran) sak seduluran (se saudara),” sambungnya.

Selain mengingatkan terkait keberadaan grup Forkom, dalam kesempatan itu, orang nomor satu di lingkup Pemkot Surabaya juga mengumpulkan seluruh lurah.

Di sana, ia sekaligus memberikan contoh cara penanganan berbagai permasalahan yang ada di wilayah RW XI Kelurahan Wonokusumo Surabaya. Mulai dari persoalan balita stunting, risiko angka kematian ibu dan bayi, Penerangan Jalan Umum (PJU), pengangguran, kemiskinan hingga genangan.

“Jadi saya ingin mengajarkan kepada mereka (lurah dan camat) cara menyelesaikan masalah. Harusnya lurah dan camat di setiap RW (tahu) berapa titik (PJU) yang masih gelap, berapa titik genangan, berapa orang miskin, berapa stunting, di situ langsung diselesaikan,” ujar dia.

Baca Juga:  Ojol Wanita di Surabaya Diajari Usaha Menjahit oleh Pemkot

Menurut dia, pejabat pemerintah harus bisa cepat dalam mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah di masing-masing wilayahnya. Termasuk juga bertemu dan mendengarkan langsung berbagai persoalan masyarakat meski tidak dilakukan secara formal.

“Jadi lurah itu harus bertemu RW-nya. (Misal) ngopi bareng, tidak hanya duduk (kerja) di kantor. Nah, maksud saya (kerja) tidak di kantor itu ya begini, ngopi (bersama warga). Kalau pagi RT/RW tidak ada, maka malam bisa datang,” jelas Cak Eri, panggilan lekat Wali Kota Surabaya

Sebab, Cak Eri menyebut, kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Surabaya dinilai berdasarkan hasil kinerja. Artinya, penilaian kerja itu bukan berdasarkan jam ASN tersebut masuk dan pulang dari kantornya.

“Karena kerja kita dari hasil kinerja, bukan jam kerja masuk. Apa manfaatnya buat masyarakat, apa dampaknya, apa yang berhasil dipotong di sana, kemiskinan berapa persen turunnya. Itu yang kita nilai,” paparnya.

Baca Juga:  Wali Kota Risma Ungkap Strategi Keberhasilannya Membangun Surabaya

Dengan model penyelesaian masalah melalui sarasehan ini, Cak Eri mengharapkan ada kedekatan antara lurah dengan pengurus RT/RW, LPMK hingga Kader Surabaya Hebat (KSH). Dengan begitu, ada akhirnya seluruh lurah akan memiliki kontrak kinerja target penyelesaian masalah di setiap wilayahnya.

“Makanya saya mengambil contoh di RW XI. Nanti di RW lainnya saya minta begitu. Jadi saya minta sudah kerja semuanya mulai hari ini, setelah itu saya keliling RW untuk tanda tangan bersama. Kapan kemiskinan berkurang berapa bulan, yang tidak kerja (pengangguran) dari berapa jadi berapa, jadi arahnya itu jelas,” tandasnya. (BS02)

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB