Demi Istri Muda, Warga di Surabaya Tega Serahkan Orang Tuanya yang Sudah Lansia ke Griya Werdha

- Publisher

Selasa, 22 November 2022 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Anna Fajriatin saat berada di Liponsos Keputih /Istimewa

i

Dok. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Anna Fajriatin saat berada di Liponsos Keputih /Istimewa


Bicarasurabaya.com – Seorang warga di Kota Surabaya, Jawa Timur, dengan tega menyerahkan orang tuanya yang sudah lanjut usia (Lansia), ke Panti Sosial Griya Werdha. Alasannya, istri muda orang tersebut enggan untuk merawat dan tinggal bersama mertuanya.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Anna Fajriatin saat menanggapi fenomena banyaknya warga yang menyerahkan orang tuanya ke Griya Werdha milik Pemkot Surabaya.

“Karena alasan istri mudanya yang tidak mau merawat, akhirnya orang tuanya diserahkan ke Griya Werdha. Itu kasihan orang tuanya, makan sampai dikasih tetangga. Akhirnya, sore harinya itu langsung kami ambil,” kata Anna kepada awak media di Balai Kota Surabaya, Senin (21/11/2022).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anna menyebut, pada tahun 2022 ini, semakin banyak warga yang menyerahkan orang tuanya dalam kategori Lansia ke UPTD Griya Werdha Dinsos Surabaya. Pihaknya mencatat, ada sekitar 40 warga yang sudah mengajukan hal tersebut.

Baca Juga:  Cegah Risiko Bangunan Tak Layak, Pemkot Surabaya Lakukan Pendataan Ponpes

“Sekarang semakin banyak kami menerima surat yang sudah disertai pernyataan dari anak, bersedia agar orang tuanya dirawat di Panti Griya Werdha,” ungkap Anna.

Padahal, Anna menjelaskan, panti sosial UPTD Griya Werdha dikhususkan bagi lansia miskin terlantar dan tidak memiliki keluarga. Namun, tetap saja ada pengajuan lansia untuk tinggal di Griya Werdha meski orang tua itu masih memiliki anak dan keluarga. “Surat pengajuan yang masuk di tahun 2022 ini kurang lebih ada 40 an,” ujar dia.

Menurutnya, mayoritas warga yang ingin menyerahkan orang tua mereka ke Griya Werdha, karena alasan faktor ekonomi. Meski demikian, pihaknya tidak serta merta langsung dapat menerima. “Jadi tidak semua kami terima, kami turunkan tim dari Griya Werdha untuk outreach terlebih dahulu,” jelasnya.

Baca Juga:  Cegah Jalan Ditutup untuk Hajatan, Pemkot Surabaya Siapkan Aturan Baku Baru

Apabila faktor ekonomi yang menjadi alasan, Anna menegaskan, bahwa Dinsos Surabaya akan melakukan pendekatan kepada anak atau keluarganya.

“Maka saya tidak serta merta mengambil orang tua itu. Tapi saya mendekati dahulu anak atau keluarganya. Kan kasihan, karena sebaik-baik perawatan itu ada di keluarganya,” tuturnya.

Anna pun ingin membuka hati dan nurani masyarakat agar tak serta merta menyerahkan orang tua mereka ke Griya Werdha. Jika faktor ekonomi menjadi alasan, Pemkot Surabaya memastikan siap untuk memberikan intervensi kepada anak atau keluarganya.

“Saya mengharapkan juga kepedulian anak-anak. Ilinglah, disek de e wayahe cilik dirawat wong tuwane, mosok wayahe ngene gak gelem ngerawat ibuk e (Ingatlah dulu waktu kecil dirawat orang tuanya, masak waktunya sekarang tidak mau merawat ibunya),” cetus Anna.

Baca Juga:  Jaga Kamtibmas Selama Ramadan, Pemkot Bersama TNI-Polri Gelar Patroli Keliling

Oleh sebabnya, Anna menyatakan bahwa Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi telah memberikan perhatian serius terhadap fenomena itu. Karenanya, wali kota meminta Dinsos agar melakukan pengecekan secara detail sebelum menerima pengajuan lansia untuk dirawat di Griya Werdha.

“Pak wali kota meminta cek betul, kondisi sebenarnya dari keluarganya. Kalau memang tidak mampu betul keluarganya, maka kita ambil. Tapi kalau memang masih ada keluarga dan ada penghasilan, kita beri intervensi lain, sehingga orang tuanya tetap dapat tinggal di rumah,” pungkasnya. (BS02)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB