Kasus Pneumonia di Surabaya Turun

- Publisher

Selasa, 20 September 2022 - 08:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina /Ist

i

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina /Ist

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya terus berupaya mengatasi Pneumonia atau Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita di Kota Pahlawan.

Karenanya, Dinkes melakukan deteksi dini pada setiap balita yang memiliki keluhan batuk dengan/tanpa kesulitan nafas.

Kepala Dinkes Kota Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI), perkiraan kasus Pneumonia pada balita di Surabaya sebanyak 12.900. Sedangkan penemuan kasus Pneumonia pada balita untuk periode Januari – Agustus 2022 hanya 8.080 kasus, dengan usia dominan antara 1 – 5 tahun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Karena usia tersebut merupakan usia rentan, dimana kekebalan tubuh belum terbentuk secara optimal. Lebih lanjut, berdasarkan deteksi dini ISPA Pneumonia di Surabaya untuk semua usia terdapat 11.512,” kata Nanik, Senin (19/9/2022).

Baca Juga:  Jangan Kaget Jika Nanti Banyak Mutasi di Lingkup Pemkot Surabaya

Nanik menjelaskan, penyebab anak – anak dengan usia 1 – 5 tahun terpapar Pneumonia karena sering berinteraksi dengan banyak orang, serta mengunjungi berbagai tempat. Sehingga berisiko terpapar virus/kuman penyebab infeksi saluran pernafasan menjadi lebih besar dibanding usia bayi 0 – 1 tahun .

“Kasus Pneumonia pada balita di tahun 2021 sebesar 8.760, sedangkan di tahun 2022 per bulan Agustus sebesar 8.080. Total kasus pada semua usia di tahun 2021 sebesar 17.693, sedangkan tahun 2022 per Agustus sebesar 11.512,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dinkes Kota Surabaya melakukan upaya medis terhadap penderita Pneumonia, khususnya pada penderita balita. Di antaranya, melakukan penatalaksanaan kasus sesuai kondisi klinis dan menelaah faktor – faktor lain yang berpengaruh seperti riwayat imunisasi.

Baca Juga:  Pungli di Lingkungan Pemkot Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi: "Langsung Pecat"

“Memperhatikan status gizi serta kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat untuk kemudian juga diberikan intervensi apabila ada yang belum optimal,” ujarnya.

Selain itu, Nanik juga meminta masyarakat di Kota Surabaya untuk menekankan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna mencegah terjangkit Pneumonia. Yakni, membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun, sebelum dan sesudah beraktivitas.

“Mengkonsumsi makanan bergizi, melakukan istirahat yang cukup, minum vitamin, menggunakan masker di tempat tempat umum dan berisiko, melakukan imunisasi lengkap pada balita, serta menghindari paparan debu, asap rokok dan polusi,” imbuhnya.

Nanik juga mengimbau masyarakat untuk mewujudkan lingkungan/rumah yang bersih dan sehat. Memiliki ventilasi dan pencahayaan matahari, serta bebas asap rokok. Dan selalu melaksanakan protokol kesehatan, mengingat pandemi Covid – 19 belum berakhir. Sebab, penularan Pneumonia memiliki mekanisme yang sama dengan penularan Covid – 19, yaitu penularan melalui udara.

Baca Juga:  Tak Miliki Izin PBG, Satpol PP Segel Delapan Bangunan di Surabaya

“Bagi yang memiliki balita, pastikan mendapat imunisasi yang lengkap sesuai usia. Memberikan asupan makanan yang cukup dan bervariasi agar status gizi normal, sehingga imunitas tubuh juga optimal. Jangan terlalu sering diajak bepergian dan hindari anak dipegang/dicium orang yang sedang batuk/pilek. Serta, hindarkan anak dari debu, asap rokok dan polusi,” tegasnya.

Sedangkan, bagi masyarakat dengan usia dewasa terutama yang memiliki faktor risiko seperti lansia, penderita diabetes dan penyakit immunocompromised lainnya, dapat melakukan vaksinasi influenza secara mandiri setiap satu tahun sekali.

“Dan segera periksa ke dokter apabila ada keluhan dan gejala infeksi saluran pernafasan,” pungkasnya. (BS02)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB