Berhasil Selesaikan Perahu Fiberglass Pemuda Papua: Terima Kasih Mama Menteri

- Publisher

Sabtu, 11 Juni 2022 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Risma saat menyerahkan sepatu di pelatihan pembuatan kapal/istimewa

i

Menteri Risma saat menyerahkan sepatu di pelatihan pembuatan kapal/istimewa


Bicarasurabaya.com – Pemuda asal Yapen, Yohanis Ayorbaba menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Sosial Tri Rismaharini. Berkat bantuan “Mama Menteri” Yohanis bisa menyelesaikan pembangunan kapal longboat dengan bahan fiberglass.

“Saya ucapkan terima kasih atas bantuan “Mama Menteri”. Berkat bantuan Mama, kami para pemuda Papua bisa menyelesaikan kapal. Di Yapen belum kapal mesin, kami masih pakai kapal tradisional,” kata Yohanis usai mengikuti workshop pembuatan kapal.

Yohanis adalah satu dari 15 peserta workshop pembuatan kapal long boat dari fiberglass. Mereka berasal dari Kabupaten Jayapura, Asmat, dan Yapen. Workshop merupakan kerjasama Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Kewirausahaan Sosial Kemensos bersama Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS).

Workshop digelar di Departemen Teknik Perkapalan ITS Surabaya selama 10 hari pada tanggal 1 – 10 Juni 2022.

Workshop merupakan kelanjutan arahan Menteri Sosial Tri Rismaharini untuk mendukung percepatan pembangunan di Papua, dengan pemberdayaan ekonomi. Dalam penjelasannya usai meninjau kegiatan workshop, Mensos menyatakan kegiatan ini berawal dari permintaan kapal dari pemuda asal Mamberamo.

“Saya kasih. Tapi mereka harus membuat sendiri. Selanjutnya malah datang permintaan dari daerah lain. Akhirnya dibuatlah workshop, ” katanya.

Baca Juga:  Isu Reshuffle Kabinet Jokowi Menggelinding, Begini Tanggapan Mensos Risma

Pembahasan kapal dilakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Papua. Dengan beralih dari penggunaan kapal tradisional ke kapal fiberglass diharapkan makin meningkatkan hasil tangkapan para nelayan Papua.

“Kapal itu nanti juga tidak hanya untuk menangkap ikan. Tapi juga sebagai alat angkut,” katanya. Saat ini pembuatan kapal ditargetkan sebanyak 27 unit untuk Kabupaten Asmat, 10 unit untuk Mamberamo, dan 12 unit untuk Yapen.

Kemensos tidak hanya menyasar pelaut. Namun Mensos juga akan menyiapkan program untuk memberdayakan mama-mama Papua baik yang berada di gunung maupun di pantai, dengan berbagai program pemberdayaan.

Baca Juga:  Manfaatkan Potensi Alam, ITS Rancang Alat Pengolah Biji Kemiri Jadi Minyak

Di antaranya pelatihan menjahit, menenun dan bercocok tanam untuk para pemuda. “Sudah ada kegiatan cocok tanam. Tapi kami akan meningkatkan kemampuan anak-anak muda di bidang pertanian sehingga usaha mereka dilandasi pengetahuan bercocok tanam,” kata Mensos.

Masih banyak program pemberdayaan sosial yang akan dilakukan untuk masyarakat Papua.

Apabila hasil pertanian bisa dikembangkan, maka akan disiapkan sarana pengolahan pangan. Demikian pula dengan hasil tangkapan ikan, dan hasil laut, akan disiapkan sarana pengolahannya.

Bantuan usaha lainnya adalah usaha bengkel, _packaging_, _branding_, menanam bunga matahari dan pengolahan minyak dari bunga matahari. (BS01)

Berita Terkait

Mensos Targetkan 50% Penduduk Masuk Perlinsos Digital Akhir 2026
BGN Temukan Yayasan Minta Setoran per Ompreng dari Mitra MBG
Insentif SPPG Program MBG Diubah, dari Rp6 Juta Jadi Rp2.000 per Porsi
Data Jemaah Dibersihkan, Antrean Haji Kini Rata-rata 14 Tahun
Suntikan Rp20 Triliun Disiapkan untuk BPJS Kesehatan, Cair Dua Tahap
BGN Larang Susu Kental Manis Masuk Menu MBG
Abu Anak Krakatau Ganggu 2.300 Penerbangan, 7 Bandara Masih Ditutup
Kemensos Tahan Bansos 1.400 KPM Terindikasi Terlibat Judi Online

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Mensos Targetkan 50% Penduduk Masuk Perlinsos Digital Akhir 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:45 WIB

BGN Temukan Yayasan Minta Setoran per Ompreng dari Mitra MBG

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Insentif SPPG Program MBG Diubah, dari Rp6 Juta Jadi Rp2.000 per Porsi

Selasa, 29 September 2026 - 09:15 WIB

Data Jemaah Dibersihkan, Antrean Haji Kini Rata-rata 14 Tahun

Selasa, 29 September 2026 - 07:19 WIB

Suntikan Rp20 Triliun Disiapkan untuk BPJS Kesehatan, Cair Dua Tahap

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB