Bicarasurabaya.com – Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya menyatakan, akan membuka taman setelah Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) diterbitkan.
”Pembukaan taman rencananya sesuai Inmendagri sarpras (sarana prasarana) taman sudah siap, pelaksanaan menunggu Inmendagri,” kata Kepala DKRTH Surabaya, Anna Fajriatin Minggu (3/10/2021).
Anna menyebut, untuk tahap awal, rencananya akan ada 7 taman yang dibuka. Tujuh taman itu yakni, Taman Bungkul, Taman Wonorejo, Taman Flora, Taman Sejarah, Taman Cahaya, Taman Pelangi dan Taman Harmoni.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Memang di sana luas sekali tamannya. kemudian sarana bermainnya lengkap itu yang bisa representatif untuk (menjaga) jarak, dibandingkan Taman Lansia yang kecil dan tidak terlalu lengkap,” katanya.
Di samping lokasinya yang luas, pemilihan taman yang bakal dibuka ini juga mewakili beberapa wilayah Surabaya. Misalnya, Taman Wonorejo yang mewakili Surabaya Timur dan Taman Cahaya di Surabaya Barat.
Meski begitu, Anna menyatakan, bahwa setiap taman itu juga dilengkapi dengan scan barcode PeduliLindungi. Sehingga, setiap pengunjung yang ingin masuk ke area taman, diwajibkan mendownload aplikasi tersebut.
“Pengunjung yang masuk wajib scan PeduliLindungi. Anak-anak bisa masuk, kami siapkan di tiap taman,” terangnya.
Untuk mekanisme, pembukaan taman akan dibagi per sesi. Untuk sesi pertama dibuka mulai pukul 09.00 – 11.00 WIB. Sedangkan sesi kedua dibuka pukul 14.00 -15.00 WIB
Bahkan sebelum dibuka, Anna mengaku, pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi bersama Satgas Covid-19 Surabaya. Ini untuk memastikan rencana pembukaan taman tersebut sudah sesuai dengan protokol kesehatan. Termasuk pula untuk menentukan berapa kapasitas pengunjung yang diperbolehkan dengan melihat kondisi luasan taman.
“Sudah rapat dengan Satgas Covid-19, sudah ada panduan dan didampingi mereka. Kapasitas sesuai luasan dan sesinya berapa,” tutupnya. (BS02)











