Bicarasurabaya.com – Surabaya Raya merupakan wilayah aglomerasi. Kota/kabupaten yang ada di dalam aglomerasi itu seperti bagian yang tidak terpisahkan. Sehingga masing-masing daerah itu harus saling support dan membantu satu sama lainnya.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, percepatan vaksinasi di wilayah aglomerasi terus dikebut. Bahkan, kolaborasi ini terus dilakukan hingga seluruh daerah itu mencapai herd immunity.
“Kita bersama menyelesaikan vaksinasi aglomerasi. Dan kita sudah lakukan di Sidoarjo yang hari ini, kemarin bertemu Pak Bupati sudah mencapai (dosis 1) 50 persen lebih,” kata Wali Kota Eri saat menghadiri pemusnahaan barang bukti penyalahgunaan narkotika di Mapolrestabes Surabaya, Jum’at (24/9/2021).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan demikian, Wali Kota Eri menyebut, vaksinasi kolaborasi ini selanjutnya dapat berpindah ke Kabupaten Gresik. Bahkan, setelah dari Kabupaten Gresik, vaksinasi kolaborasi berencana bergerak ke Kabupaten Mojokerto.
“Insya allah Senin kita bisa berpindah ke Gresik, dan tadi juga bertemu Pak Bupati Mojokerto dan Pak Bupati juga menyampaikan setelah dari Gresik, mohon bisa bergerak ke Mojokerto,” ujarnya.
Menurutnya, wilayah aglomerasi ini tidak bisa dipisahkan. Sehingga, daerah satu dan yang lain butuh saling support dan kolaborasi. Salah satunya dalam kolaborasi upaya percepatan vaksinasi untuk mencapai herd immunity.
“Jadi memang aglomerasi ini Kota Surabaya tidak bisa sendiri. Bagaimana kita bisa menyelesaikan seluruh aglomerasi yang ada membantu percepatan vaksinasi,” jelasnya.
Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini berharap, adanya vaksinasi kolaborasi ini manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat aglomerasi. Meski begitu, ia memastikan pelaksanaan vaksinasi di Surabaya tak akan terganggu.
“Vaksinasi di Surabaya terus berlanjut, karena tempat kita ini, kolaborasi TNI-Polri dengan Pemerintah Daerah di Kota Surabaya ini sangat erat sekali,” terangnya.
Bahkan, Wali Kota Eri menyatakan, ketersediaan vaksin yang ada dengan jumlah tenaga kesehatan (nakes) di Surabaya itu mampu menyelesaikan vaksinasi lebih cepat. “Jadi vaksin itu habis kita sudah selesai, menunggu beberapa hari jeda kita pindah ke tempat yang lainnya,” imbuhnya.
Apalagi, Wali Kota Eri menilai, vaksinasi kolaborasi ini dapat lebih cepat dengan adanya dukungan 22 unit mobil vaksin dari Polrestabes Surabaya. Karena, vaksinasi ini bisa menyasar langsung turun ke desa-desa.
“Mobil-mobil vaksin yang inovasinya Pak Kapolrestabes bisa turun ke bawah, itu bisa mempercepat (vaksinasi) yang ada desa-desa. Terutama yang ada di Sidoarjo, Gresik maupun nanti di Mojokerto,” pungkasnya. (BS02)









