Bicarasurabaya.com – Kasus Covid-19 di Kota Surabaya terus menunjukkan penurunan yang signifikan. Hal itu dapat terlihat dari status zonasi Kota Pahlawan per tanggal 9 September 2021 yang berada di kuning atau risiko rendah.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita menyatakan beberapa upaya untuk memprtahankan bahkan menurunkan zonasi tersebut. Salah satu kuncinya adalah tetap menjaga disiplin protokol kesehatan (prokes).
“Kita walaupun sudah zona kuning, tetap harus waspada, tetap jaga protokol kesehatan. Yang harus kita lakukan adalah tetap 3M dan tracing, testing masif. Semakin cepat kita menemukan kasus, semakin cepat kita isolasi dan diobati, Insya Allah,” kata Feny, Kamis (2/9/2021).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, salah satu indikator yang dapat dilakukan untuk mempertahankan atau menurunkan kasus Covid-19 adalah dengan memperbanyak testing dan tracing. Karena itu, pihaknya ingin agar tracing dan testing di Surabaya ke depan bisa lebih dimasifkan.
“Kita testing mencapai 4.500. Untuk yang tracing kita sudah 1:28. Kalau target dari pusat (nasional) 1:15, tetapi kita sudah 1:28. Menurut saya adalah setiap kontak erat harus tetap kita temukan dimanapun,” ujarnya.
Di samping testing dan tracing, Pemkot Surabaya bersama instansi terkait juga terus memasifkan pelaksanaan vaksinasi. Bahkan, vaksinasi ini menyasar langsung ke kecamatan-kecamatan di Surabaya.
Data Dinkes Surabaya per tanggal 1 September 2021 menyebutkan, vaksinasi dosis pertama telah mencapai 1.902.209 atau 85,76 persen dari target Provinsi Jawa Timur. Sedangkan vaksinasi dosis kedua, mencapai 1.330.505 atau 59,98 persen dari target Jatim. (BS02)






