Relawan Surabaya Memanggil Diminta Gencarkan Sosialisasi Pentingnya Rumah Sehat

- Publisher

Sabtu, 24 Juli 2021 - 22:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Bicarasurabaya.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menggelar pertemuan virtual bersama relawan Surabaya Memanggil, Kepala Perangkat Daerah (PD), camat, lurah serta seluruh kepala puskesmas yang tersebar se-Surabaya.

Melalui pertemuan itu, Wali Kota Eri mengajak seluruh jajarannya dan para relawan melakukan sosialisasi pentingnya Rumah Sehat (tempat isolasi mandiri) yang disiapkan setiap kelurahan. dengan tujuan untuk menampung warga yang terpapar Covid-19 berstatus tanpa gejala.

Menurut Wali Kota Eri Cahyadi, sosialisasi ini penting dilakukan agar masyarakat mengetahui tujuan Rumah Sehat dibentuk di setiap kelurahan dalam masa pandemi Covid-19. Ia menjelaskan, Rumah Sehat ini merupakan bentuk upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam memutus penyebaran Covid-19. Terutama pencegahan penularan pada klaster keluarga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dan upaya ini kami buat untuk mengamankan dan menyelamatkan warga di masing-masing kelurahan. Agar ketika ada salah satu warganya yang terpapar tidak menularkan ke anggota keluarga lainnya maupun tetangganya,” kata Wali Kota Eri, di ruang kerjanya, Sabtu (24/7/2021).

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Siapkan Eks Gedung Kelurahan Mulyorejo jadi Rumah Sehat

Cak Eri-sapaan akrab Wali Kota Eri ini memaparkan, sebenarnya Rumah Sehat ini seharusnya didirikan di tingkat RW. Namun karena keterbatasan tempat dan jumlah satgasnya, maka terbentuklah di tingkat kelurahan dengan memanfaatkan fasilitas umum sebagai lokasi isolasi mandiri.

Menurutnya,  hal ini penting dilakukan, sebab apabila satu orang dalam suatu kelurahan ada yang terpapar. Kemudian, orang tersebut melakukan isoman di rumah, lalu anggota keluarga lainnya yang tinggal satu rumah itu melakukan interaksi dengan tetangga dan warga sekitar. Maka, tanpa disadari mereka yang sudah berinteraksi itu berpotensi tertular.

“Makanya kami minta untuk pasien yang terpapar itu untuk segera berpindah tempat dan mengisolasi diri di tempat-tempat tersebut. Dan sembari keluarga yang di rumah masih menunggu hasil swab tidak diperbolehkan keluar agar tidak membahayakan warga sekitar. Itu yang kita inginkan,” ungkap dia.

Baca Juga:  Rangkul Semua Elemen Masyarakat, Totalitas Selamatkan Warga dari Covid-19

Selain itu, orang nomor satu di lingkup Pemkot Surabaya ini meminta, agar jajarannya yang turun di lapangan serta relawan tak henti-hentinya terus melakukan sosialisasi secara persuasif dan humanis. Dia pun menitipkan pesan bahwa semua ini dilakukan karena tidak ingin terlambat memberikan penanganan kepada warga. Sekalipun warga tersebut berstatus tanpa gejala.

“Sampaikan permohonan maaf saya, karena saya tidak ingin ada warga yang terlambat pertolongan pertamanya. Apabila sewaktu-waktu sesak nafas atau saturasinya turun kita sudah sediakan oksigen di situ,” urainya.

Jadi, lanjut dia, Rumah Sehat yang dimaksud ini bukan lah seperti rumah sakit pada umumnya. Rumah Sehat ini khusus bagi warga yang terpapar dengan kondisi tanpa gejala yang hanya pasiennya hanya dari satu lokasi kelurahannya saja. Tujuannya, agar puskesmas maupun para satgas dapat melakukan kontrol lebih mudah dan terarah, sehingga masyarakat diharapkan segera lekas pulih.

Baca Juga:  Pakar Epidemiologi Unair Beberkan Bukti Surabaya Pantas Level 1

“Ini bukanlah seperti rumah sakit pada umumnya. Dimana ada ambulance berlalu lalang, atau memasukkan warga di luar kelurahannya untuk isolasi di tempat tersebut. Tidak begitu, tolong sampaikan bahwa yang isolasi ini adalah warga satu kelurahannya saja dan tanpa gejala. Jadi ini yang perlu disampaikan kepada masyarakat,” papar dia.

Terakhir, Wali Kota Eri mengucapkan banyak terima kasih kepada para relawan, tenaga kesehatan (nakes) yang telah berjuang sekuat tenaga hingga hari ini. Meskipun berat, namun Cak Eri yakin ini adalah bentuk ibadah dan pertanggungjawaban kepada Allah SWT.

Ia berharap melalui kerja keras semua pihak, pandemi akan segera terlewati dengan kegotong-royongan dan bantuan dari semua relawan Surabaya Memanggil.

“Tugas kita hari ini memang berat. tapi yakinkan apa yang kita lakukan hari ini itu adalah ibadah kita. Insyaallah akan dicatat sebagai amal jariyah. Tetap semangat,” pungkasnya. (BS01)

Berita Terkait

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB