Bicarasurabaya.com – Pandemi COVID-19 merupakan kejadian tidak terduga yang berdampak sangat besar bagi kehidupan masyarakat. Tak terkecuali masyarakat yang ada di sekitar unit pembangkit PT Pembangkitan Jawa – Bali (PJB).
Melalui program CSR nya, PJB hadir bersama masyarakat dalam upaya membangkitkan semangat untuk giat berusaha dalam solidaritas mengatasi keterpurukan akibat pandemi.
Di Unit Pembangkitan (UP) Gresik, PJB menggulirkan program bertema The Beauty of Humanity. Program CSR ini bertujuan untuk membentuk masyarakat yang dapat beradaptasi terhadap pandemi tanpa mementingkan kepentingan diri sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ada solidaritas dalam program ini. Warga dari berbagai elemen saling mengulurkan tangan berbekal rasa kemanusiaannya, saling bergotong royong, berkolaborasi hingga menjadi sebuah harmonisasi yang indah.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT PJB Sugiyanto mengatakan, program CSR yang terangkum dalam The Beauty of Humanity menjadi salah satu program unggulan yang mengantarkan PJB UP Gresik mendapatkan PROPER Emas di tahun 2020.
Trofi itu diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, kepada General Manager PT PJB UP Gresik, Ompang Reski Hasibuan dalam acara Anugerah PROPER 2020 pada Senin (14/12/2020) lalu di Jakarta. Trofi ini menjadi yang kedua bagi UP Gresik, setelah tahun lalu juga mendapatkan PROPER Emas.
“The Beauty of Humanity merupakan lanjutan dari Program Pijar Berdaya yang mengintegrasikan antara bank sampah dan bank tanaman dengan fokus pada perbaikan lingkungan serta ekonomi keluarga. Di masa pandemi program tersebut diadaptasikan dengan upaya untuk memulihkan dampak pandemi pada sektor Kesehatan, ekonomi dan Pendidikan,” kata Sugiyanto dalam keterangan tertulis, Rabu (16/12/2020).
Sementara bentuk kegiatannya, kata dia, meliputi pendampingan UMKM, edukasi protokol kesehatan, fasilitas internet untuk belajar daring, hingga bimbingan belajar. ” “Ada pula pelayanan kesehatan herbal, café jamu, serta budidaya ikan dan sayuran dalam ember,” terangnya.
Menurutnya, PJB melalui kegiatan CSR di unit-unitnya terus mendukung upaya pemulihan dampak akibat pandemi. PJB berupaya menggulirkan program-program CSR yang tepat sasaran dalam memberdayakan masyarakat di tengah suasana pandemi.
“Di UP Gresik kami lakukan adaptasi program untuk memulihkan dampak pandemi dengan beberapa kegiatan baru,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lingkungan menjadi perhatian utama PJB dalam menjalankan perusahaan. Kegiatan yang dilaksanakan secara berkesinambungan dan konsisten tersebut diharapkan dapat menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan hidup maupun pemberdayaan masyarakat.
“Jadi, apa yang dilakukan PJB sejalan dengan kriteria baru yang ditambahkan dalam Program Penilaian Peringkat Kerja Perusahaan (PROPER) 2020,” ujarnya.
Dalam masa pandemi ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menambahkan kriteria sensitifitas dan daya tanggap perusahaan terhadap perencanaan dalam aspek pemberdayaan masyarakat.
Kriteria baru ini untuk mengapresiasi perusahaan yang telah memberikan sumbangsih penanganan kebencanaan terutama Covid-19. (BS01)











