BMPI Tolak Praktik Premanisme di Surabaya, Inginkan Pilkada Damai

- Publisher

Minggu, 29 November 2020 - 21:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ormas BMPI saat melakukan aksi di sebrang Gelora 10 Nopember Surabaya, Minggu (29/11) sore /Ist

i

Ormas BMPI saat melakukan aksi di sebrang Gelora 10 Nopember Surabaya, Minggu (29/11) sore /Ist


BicaraSurabaya.com – Ormas Bangun Marwa Perjuangan Indonesia (BMPI) Surabaya melakukan aksi di sebrang Gelora 10 Nopember Surabaya, Minggu (29/11/2020) sore. Aksi yang diikuti emak-emak dan puluhan pemuda ini menolak adanya praktik premanisme pada rangkaian Pilkada Surabaya 2020.

Ketua BMPI Surabaya, Dewi Widawati Sugandi menegaskan, pihaknya menolak cara-cara premanisme dalam Pilkada Surabaya. Hal ini merespon adanya video viral berdurasi 19 detik yang menampilkan sekelompok orang dengan yel-yel meneriakkan ‘Hancurkan Risma’.

“Jadi intinya kami Bangun Marwa Perjuangan Indonesia (BMPI) ini, yang sekaligus saya pimpin ormas ini, saya tidak pernah rela kalau ada orang yang akan meruntuhkan atau akan menghancurkan Bu Risma, sebagai wali kota sah. Ini tidak boleh terjadi di Surabaya,” kata Dewi saat ditemui awak media di sela kegiatan aksi.

Pihaknya ingin suasana politik di Surabaya berlangsung damai serta tidak adanya intimidasi atau hal yang menyudutkan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Terutama jelang Pilkada Serentak 2020.

“Kami hanya menuntut Pilkada yang damai, tidak ada intimidasi, tidak ada yang namanya mendikriminasikan Bu Risma. Siapa pun itu yang akan menyisihkan Bu Risma, saya BMPI Surabaya akan berdiri paling depan, yang akan melawan mereka-mereka itu, karena kebaikan tidak harus dihancurkan, tapi kebaikan harus kita tata dan menjunjung tinggi hak seorang warga Surabaya untuk memilih,” jelas dia.

Baca Juga:  Jangan Main-main dengan Data! PDIP Surabaya Siapkan “Kamar Hitung” Kawal Hasil Pilwali

Sementara menanggapi video viral yang berdurasi 19 detik, Dewi menilai, bahwa itu adalah trik-trik politik yang menjatuhkan Paslon. Bagi dia, jika ingin menjatuhkan Paslon, maka jangan menjatuhkan Wali Kota Risma.

“Bahwa ini adalah trik-trik politik yang menjatuhkan Paslon. Kalau dia menjatuhkan Paslon lainnya, jangan menjatuhkan Bu Risma, karena Bu Risma itu bukan paslon,” ucapnya.

Sebab, bagi dia, selama Surabaya dipimpin oleh Wali Kota Risma, kota ini telah banyak berkembang pesat dan maju. Karenannya pihaknya pun berterima kasih kepada wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan ini.

Baca Juga:  Kepala Bakesbangpol: Bu Risma Larang Pasang Baliho "Bela Bu Risma"

“Kami berterima kasih pada Bu Risma. Bu Risma sudah menjadikan Kota Surabaya menjadi lebih bagus dan maju,” pungkasnya. (BS02)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB