Menengok Risma dan Kapolres Beradu Akting dalam Resolusi Jihad

- Publisher

Jumat, 23 Oktober 2020 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Risma saat main drama kolosal/Ist

i

Risma saat main drama kolosal/Ist


Bicarasurabaya.com- Suara merdu lagu berjudul Indonesia Pusaka yang diiringi tari-tarian menjadi tanda dibukanya pertunjukkan Drama Resolusi Jihad. Disusul adegan pertama dengan latar Tarian Suhada menggempurkan suasana Halaman Tugu Pahlawan, Kamis (22/10/2020) malam.

Teriakan lantang dialog “Merdeka, merdeka” semakin membakar semangat para pemain bahkan penonton pun turut merasakannya.

Suasana mulai menegang, ketika sosok Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Jhonny Eddison  berperan sebagai M Yasin dan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum, Pimpinan Laskar Putri memasuki area panggung secara tiba-tiba.  Dalam adegannya, M Yasin, bersama ajudannya menurunkan bendera Jepang dan mengganti dengan bendera Sang Merah Putih pertama kalinya di Surabaya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Semakin seru dan haru, ketika memasuki adegan keempat. Saat itu dari bangku penonton, Wali Kota Risma berperan sebagai Mbok Dar datang dengan latar Dapur Umum. Di sana Wali Kota Risma terlihat begitu mendalami peran dan menguasai isi panggung.

Baca Juga:  Surabaya Punya Labkesda, Testing Kian Masif dan Covid-19 Semakin Landai

Sesekali ia mengeluarkan candaan tawanya berbahasa jawa, tapi tak jarang pula memberikan nasehat kepada para pejuang untuk untuk tetap penuh semangat menjaga dan menegakkan kemerdekaan.

“Awakmu kabeh, nek kalah jihad tak tembak lho, ayo kudu menang gak oleh mundur (Kalian semua, kalau kalian kalah jihad saya tembak lho. Ayo harus menang tidak boleh mundur),” ungkap Wali kota Risma memberikan semangat.

Di sela-sela pertunjukkan, Wali Kota Risma juga memimpin pembacaan doa sebelum pasukan berangkat berjihad. Ia pun juga mengobarkan semangat yang membara untuk pantang mundur. “Ayo dungo sing akeh sakdurunge budal jihad (Mari berdoa yang banyak sebelum berangkat jihad,” teriaknya.

Baca Juga:  PGRI Anugerahi Wali Kota Risma Tokoh Pendidikan Surabaya

Setelah Mbok Dar pamit dan meninggalkan panggung, Komandan Korem 084 yang berperan sebagai Bung Tomo bersama para pejuang lainnya memasuki panggung dan dilanjut adegan berikutnya.

Di kesempatan yang sama, Presiden UCLG ASPAC ini menambahkan, tujuan dari serangkaian Parade Seni dan Budaya Surabaya merupakan salah satu alternatif yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, kepada para pekerja seni lantaran terkena dampak ekonomi dari pandemi Covid-19. Hal itu tercetus oleh Wali Kota Risma saat dirinya memikirkan dari mana penghasilan dan bagaimana mereka agar tetap produktif.

Baca Juga:  Wali Kota Risma Renovasi Jembatan Babadan Demi Keselamatan Pengendara

“Itu salah stau alasannya. Lalu di sini, kami Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tampil secara khusus untuk menghibur warga Surabaya,” kata Wali Kota Risma.

Menurutnya, saat pandemi melanda di seluruh dunia termasuk Surabaya, saat itu pula banyak sekali permasalahan bukan hanya menyelesaikan penyakit. Tapi dampak lainnya adalah semakin memburuk kondisi perekonomian. Oleh sebab itu, Wali Kota Risma mengeluarkan berbagai inovasi dan ide agar para seniman tetap dapat berkarya.

“Meskipun saat ini sudah jauh lebih baik, tetapi para seniman belum. Sehingga itu salah satu alasannya menggelar pertunjukkan virtual ini. Akhirnya terkemaslah menjadi sebuah pertunjukkan yang kami gelar sampai dengan Desember mendatang,” pungkas. (BS01)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB