Mengintip Aksi Risma Pimpin Pengerukan di Saluran Pakis

- Publisher

Minggu, 18 Oktober 2020 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Risma saat memimpin pengerukan di saluran Pakis/ist

i

Wali Kota Risma saat memimpin pengerukan di saluran Pakis/ist


Bicarasurabaya.com- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama jajarannya terus berusaha mengantisipasi genangan air menjelang musim penghujan tahun ini. Setelah kemarin menijau Kalibokor, kini Wali Kota Risma bersama jajarannya kerja bakti di saluran Pakis, Sabtu (17/10/2020).

Tiba di lokasi, dia langsung meminta Satgas PU Bina Marga dan Pematusan untuk melakukan pengerukan. Bahkan, ia memimpin langsung pengerukan itu melalui handytalkienya. Saat itu, ia meminta pengerukan itu diperdalam supaya banyak menampung air.

“Ayo terus diperdalam, terus, terus kurang dalam,” katanya melalui HT yang dipegangnya sambil memandu petugas yang mengemudikan alat pengeruk.

Selain meminta memperdalam pengerukan, wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga meminta Satgas PU Bina Marga dan Pematusan untuk terus memperbaiki plengsengan di saluran itu, karena memang sudah banyak yang ambrol dan butuh perbaikan.

“Tolong itu diperbaiki juga plengsengannya,” katanya sambil menunjukkan plengsengan yang harus diperbaiki.

Bahkan, pada saat itu ia juga bersih-bersih kawasan itu. Ia langsung meminta ajudannya untuk mengambil topi dan sapu lidi di dalam mobilnya. Dengan sigapnya, dia langsung menyapu kawasan itu hingga bersih. Lurah, camat, dan beberapa kepala OPD juga ikut membantu membersihkan kawasan itu hingga bersih.

Baca Juga:  Pendaftaran Seleksi Paskibraka Tahun 2024 Resmi Dibuka

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati mengatakan sebenarnya saluran itu satu kesatuan dengan diversi Gunungsari, dan saluran di Pakis itu merupakan hulunya dari diversi Gunungsari itu.

“Saluran ini sebenarnya irigasinya, sehingga semestinya memang dikonversi menjadi saluran drainase. Dan hilirnya ini ketemu di Girilaya, tepatnya di TL Pasar Kembang, karena box culvert kita awalnya di situ,” tegasnya.

Namun, karena memang belum ada konsep seperti di Banyuurip, akhirnya sementara ini saluran itu dikeruk hingga dalam dan plengsengannya juga terus diperbaiki. Erna juga memastikan bahwa plengsengannya itu sudah sejak beberapa waktu lalu diperbaiki, dan akan terus dikebut ke depannya.

Baca Juga:  ASN Surabaya Bakal Layani Warga dari Balai RW, Urusan Publik Makin Dekat

“Jadi, plengsengannya itu terus kami benahi sambil memperdalam salurannya, karena memang di pinggirnya itu sudah banyak perumahan dan plengsengannya sudah banyak yang rusak, sehingga membutuhkan perbaikan. Kami terus percepat perbaikan disitu,” kata dia.

Ia berharap, dengan memperdalam saluran di Pakis itu dan terus mengebut perbaikan plengsengannya, nanti pada saat musim hujan dapat menampung dan memperlancar saluran air di kawasan itu, sehingga tidak ada genangan.

“Kami juga terus melakukan pengerukan di berbagai lokasi untuk mempersiapkan menghadapi musim hujan,” pungaksnya. (BS01)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB