Usai Main Ludruk, Risma Langsung Pimpin Rapid Tes Mendadak di Taman Bungkul

- Publisher

Minggu, 18 Oktober 2020 - 01:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat memimpin rapid tes massal mendadak di Taman Bungkul /Foto: Bicara Surabaya

i

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat memimpin rapid tes massal mendadak di Taman Bungkul /Foto: Bicara Surabaya


Bicarasurabaya.com – Seusai tampil atau main ludruk di acara Parade Seni Budaya Surabaya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini langsung menggelar rapid tes massal mendadak di Taman Bungkul, Sabtu (17/10/2020) malam.

Sontak para pengunjung taman kebanggaan arek-arek Suroboyo itu kaget, karena semua jalan diblokade oleh petugas.

Tiba di Taman Bungkul, Wali Kota Risma langsung meminta petugas Linmas dan Satpol PP untuk memblokade setiap sisi jalan masuk dan jalan keluar Taman Bungkul.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akhirnya, para pengunjung tidak bisa keluar atau kabur dari area taman yang berada di Jalan Darmo itu. Mereka pun kebingungan ada apakah gerangan kok jalan-jalan ditutup.

Baca Juga:  Di Forum Dunia, Risma Jelaskan Permukiman yang Layak di Tengah Pandemi

Dengan pengeras suara, Wali Kota Risma langsung menyampaikan bahwa mereka akan dilakukan rapid tes. Para tim medis yang bertugas melakukan rapid tes dan tes swab pun tak lama kemudian datang. Bahkan, tak perlu nunggu lama kursi untuk tempat duduk para pengunjung itu datang. Sambil ditata jaraknya, mereka diminta untuk duduk di kursi tersebut sembari menunggu giliran untuk rapid tes.

Kepada anak-anak muda yang nongkrong di Taman Bungkul itu, Wali Kota Risma menyampaikan bahwa dia tidak marah jika anak-anak itu kumpul-kumpul. Namun, meskipun ngumpul itu harus jaga jarak untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Evaluasi Parkir Jalan Tunjungan: Tak Lagi Macet

“Ngerti ya nak, sudahlah selesai dulu. Nak, sudah banyak yang sakit, jangan ditambah lagi. Serba gak enak nanti kalau sakit, nanti lama juga tidak boleh keluar,” katanya kepada anak muda yang nongkrong di Bungkul itu.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara menjelaskan, bahwa malam Minggu ini seperti malam Minggu sebelumnya pemkot menggelar patroli protokol kesehatan. Bahkan, di masing-masing kecamatan juga digelar operasi serupa untuk menjamin semua warga sudah mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

“Sedangkan untuk yang di Taman Bungkul saat ini langsung dipimpin oleh Ibu Wali Kota. Ternyata, memang masih banyak yang melanggar karena tidak jaga jarak,” katanya.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Kampanyekan Gerakan Bumil Sehat

Akhirnya, dengan operasi mendadak ini bisa mendapatkan sekitar 300 warga yang pada saat itu pula dilakukan rapid tes. Bagi warga yang diketahui rapid tesnya reaktif, maka akan langsung dites swab.

“Nah, jika ada yang reaktif atau positif Covid-19, dia akan langsung diisolasi di Hotel Asrama Haji untuk warga Surabaya. Sedangkan bagi warga luar Surabaya yang reaktif, kami akan berkoordinasi denga rumah sakit lapangan untuk isolasi di sana,” imbuhnya. (BS01)

Berita Terkait

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City
Ledakan Guncang Pakuwon City Surabaya, 5 Orang Luka

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:48 WIB

58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB