Gagal Bina Kampung Pancasila, Dinas di Surabaya Bisa Dapat Bendera Hitam

- Publisher

Senin, 14 September 2026 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Eri Cahyadi (Foto: dok bicarasurabaya.com)

i

Wali Kota Eri Cahyadi (Foto: dok bicarasurabaya.com)

Bicarasurabaya.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan bendera hitam bagi perangkat daerah (PD) yang dinilai gagal membina Kampung Pancasila. Sebaliknya, PD yang berhasil mendorong perubahan di wilayah binaannya akan mendapat bendera putih.

Bendera itu bukan sekadar penanda. Eri menyebutnya sebagai bagian dari evaluasi kinerja ASN hingga kepala perangkat daerah (PD).

Setiap RW di Surabaya memiliki satu ASN pengampu yang bertugas mengawal sekaligus mendorong perubahan di wilayah tersebut. Pengampu bisa berasal dari dinas, badan, bagian, kecamatan maupun kelurahan.

“Maka setiap ASN yang memegang kampung tadi itu bertanggung jawab terhadap kegiatan Kampung Pancasila. Karena itu nanti ASN, saya berharap bisa mengubah kampung-kampung ini jadi Kampung Pancasila,” kata Eri, Senin (14/9/2026).

ASN yang dinilai berhasil akan mendapat bendera putih untuk dipasang di kantornya. Sebaliknya, jika tidak ada perubahan di wilayah binaannya, dinas tempat ASN tersebut bertugas akan mendapat bendera hitam.

“Yang berhasil kita kasih bendera putih di kantornya, yang tidak berhasil menjalankan Kampung Pancasila, maka kita berikan bendera hitam untuk dinasnya,” tegas Eri.

Baca Juga:  Usai Aduan Warga, Eri Sidak RS Soewandhie dan Evaluasi Layanan

Eri menegaskan evaluasi tersebut tidak berhenti pada pemberian tanda. Kinerja pembinaan Kampung Pancasila akan menjadi salah satu indikator penilaian kepala perangkat daerah.

Bahkan, hasil evaluasi itu disebut dapat berpengaruh terhadap keberlanjutan jabatan kepala PD.

“Bendera hitam ini akan berpengaruh terhadap kinerja Kepala PD. Apakah terus menjadi Kepala PD atau tidak,” ujarnya.

Menurut Eri, evaluasi tersebut diperlukan agar Kampung Pancasila tidak berhenti sebagai program administratif. Ia ingin keberadaan kampung tersebut benar-benar menghasilkan perubahan di tingkat lingkungan dan masyarakat.

Eri menilai pembangunan kota tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Aparatur harus mampu mengajak warga terlibat dalam menjaga dan membangun wilayahnya masing-masing.

Baca Juga:  ASN Surabaya Bakal Layani Warga dari Balai RW, Urusan Publik Makin Dekat

“Agar kita sadar betul membangun Kota Surabaya bukan hanya pemerintahnya, tapi bagaimana pemerintah bisa mengajak seluruh warga Surabaya membangun kotanya sendiri, membangun wilayahnya sendiri,” katanya.

Ia berharap pembinaan Kampung Pancasila bisa mendorong perubahan perilaku warga mulai dari lingkungan paling dasar.

“Sehingga saya berharap Kampung Pancasila ini bisa mengubah Surabaya mulai dari dasar. Mengajak warga Surabaya merubah paradigma, mengubah kebiasaan yang menentukan nasib Kota Surabaya ini,” pungkasnya. (BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB