Breeding Satwa Berhasil, Koleksi Komodo Kebun Binatang Surabaya Tembus Lebih dari 50 Ekor

- Publisher

Kamis, 30 April 2026 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satwa Komodo di KBS/dok.bicarasurabaya.com

i

Satwa Komodo di KBS/dok.bicarasurabaya.com

Bicarasurabaya.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kebun Binatang Surabaya (KBS) menjadi salah satu lembaga konservasi di Indonesia yang berhasil dalam pengembangbiakan atau breeding komodo. Keberhasilan ini membuat kebun binatang iZoo Shizuoka, Jepang, tertarik meminjam satwa endemik Indonesia melalui skema breeding loan.

Direktur Operasional Perumda KBS Nurika Widyasanti memastikan meski sepasang komodo nantinya dipinjam iZoo Shizuoka, hal tersebut tidak mengganggu proses pengembangbiakan di Kebun Binatang Surabaya.

“Dari pemerintah pusat ada kajian-kajian tersendiri, sehingga tetap bisa mempertahankan, paling tidak secara proses breeding di KBS tidak terhenti dikarenakan kedua atau sepasang komodo ini nanti diberangkatkan ke Jepang,” ujar Nurika usai acara penandatanganan MoU antara KBS dan iZoo di Kebun Binatang Surabaya, Rabu (29/4/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nurika menyebut, saat ini jumlah satwa komodo di KBS mencapai lebih dari 50 ekor. Jumlah tersebut belum termasuk dengan sepasang atau dua ekor komodo yang akan dipinjamkan KBS ke iZoo Shizuoka. “(Totalnya) ini ada lebih di atas 50 ekor (komodo),” ujarnya.

Baca Juga:  Surabaya Tuan Rumah Forum Nasional Penanganan Darurat Sampah dalam MUNAS VII APEKSI 2025

Ia juga mengungkapkan sebelum MoU disetujui, pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) sudah melakukan pengecekan sarana prasarana ke iZoo Shizuoka. Bahkan, kebun binatang iZoo telah menyiapkan kandang khusus dengan pengaturan suhu seperti habitat komodo di Indonesia.

“Jadi beliau (Menteri Kehutanan) sudah sampai ke Jepang, tahu sarana prasarana di sana, sudah ada pengaturan suhu dan lain sebagainya. Intinya menyesuaikan habitat atau kebutuhan komodo di sini,” tuturnya.

Terkait keberhasilan breeding, Nurika menegaskan bahwa perawatan komodo dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan dasar satwa, termasuk pemberian pakan dan kondisi lingkungan yang sesuai dengan habitat aslinya.

“Jadi kalau perawatan pemberian makan dan lain sebagainya. Tapi yang paling penting secara hakikat memang sesuai dengan kebutuhan yang ada,” ungkap dia.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengapresiasi keberhasilan KBS dalam pengembangbiakan komodo. Ia menyebut keberhasilan ini menarik minat kebun binatang di Jepang untuk menjalin kerja sama peminjaman satwa.

Baca Juga:  Surabaya Bidik Predikat Kota Sehat, Fokus pada Sanitasi dan Pengelolaan Sampah

“Jadi kita berhasil dalam pengembangbiakan komodo, maka di Jepang itu karena binatang kebun binatang terbesar reptil, mereka meminta kita untuk meminjam komodo. Dan kita akan mendapatkan pinjaman (satwa) dari Jepang,” ujar Wali Kota Eri.

Wali Kota Eri menuturkan skema kerja sama ini tetap mengedepankan kesejahteraan satwa melalui pengawasan bersama antara kedua pihak. Ia memastikan komodo yang dipinjamkan akan terus dipantau secara berkala “Jadi tetap menjaga masing-masing kesejahteraan satwa. Jadi nanti satwa kita komodo yang ada di Jepang itu tetap akan sama-sama dipantau,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa mekanisme kerja sama ini bukan pertukaran, melainkan peminjaman satwa dengan kemungkinan penarikan kembali jika diperlukan, termasuk dalam kondisi kesehatan tertentu selama masa kerja sama.

Baca Juga:  Surabaya Target Investasi Rp 43 Triliun, Andalkan Layanan Perizinan Berbasis AI

“Jadi ketika dalam masa 5 tahun ini ada yang mungkin sakit bisa ditarik kembali. Karena ini bukan pertukaran tapi peminjaman satwa dan kita sama-sama menjaga,” jelasnya.

Lebih jauh, Wali Kota Eri mengungkapkan bahwa proses kerja sama ini telah dirintis oleh pemerintah pusat sejak 10 tahun lalu hingga akhirnya terealisasi melalui penandatanganan MoU pada April 2026. “Dan ini (proses MoU) sudah 10 tahun yang lalu akhirnya bisa terjalin hari ini,” ungkapnya.

Wali Kota Eri optimistis peminjaman satwa antara KBS dan iZoo juga berpotensi meningkatkan animo masyarakat, baik di Surabaya maupun di Jepang. Hal ini mengingat komodo telah lama menjadi satwa yang diimpikan untuk dihadirkan di kebun binatang iZoo Jepang.

“Peminjaman satwa ini bisa menaikkan animo masyarakat yang ada di Surabaya maupun di Jepang. Karena di sana sudah memimpikan ada komodo sejak lama,” pungkasnya. (RF)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB