BGN Bantah Ada Belatung di MBG Sidoarjo, Dapur SPPG Tetap Disuspend

- Publisher

Kamis, 3 September 2026 - 08:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pasien yang diduga alami keracunan usai santap menu MBG saat dirawat di RS. (Foto: detik.com)

i

Para pasien yang diduga alami keracunan usai santap menu MBG saat dirawat di RS. (Foto: detik.com)

Bicarasurabaya.com – Badan Gizi Nasional (BGN) membantah kabar viral yang menyebut ada belatung dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo. Namun, di tengah penyelidikan dugaan keracunan massal, operasional dapur SPPG Kalitengah, Tanggulangin, tetap dihentikan sementara.

Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo memastikan isu adanya belatung dalam makanan MBG tidak benar. Bantahan itu disampaikan setelah kabar tersebut ramai beredar di media sosial pascainsiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan siswa dan santri.

“Terkait yang viral di media sosial katanya ada belatung, itu tidak ada. Tidak benar,” kata Teguh yang dikutip, Kamis (3/9/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Teguh, BGN Jatim bersama Koordinator Wilayah Sidoarjo telah melakukan penelusuran awal dan verifikasi di lapangan. Dari pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan kontaminasi ulat atau belatung seperti yang disebut dalam narasi di media sosial.

Baca Juga:  Kecelakaan Maut di Tol Pandaan-Malang, 5 Orang Tewas usai CR-V Hantam Truk

Meski demikian, penyebab gangguan kesehatan massal tersebut belum dipastikan. Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan masih berlangsung.

566 Orang Terdampak

Data terbaru menunjukkan total korban dugaan keracunan MBG di Sidoarjo mencapai 566 orang. Mereka berasal dari santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam Putat, Tanggulangin, serta siswa dari 19 sekolah lain di sekitar lokasi.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan sebagian besar korban mulai membaik. Sebanyak 470 orang telah diperbolehkan pulang atau menjalani rawat jalan.

Baca Juga:  Wacana Pilkada oleh DPRD, Ini Sikap Eri Cahyadi

Sementara itu, 88 korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

BGN memastikan penanganan para korban tetap menjadi prioritas. Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan pihaknya mengawal penanganan kesehatan siswa yang terdampak.

“Kami memastikan mereka mendapatkan penanganan yang diperlukan hingga kondisi mereka kembali sehat dan dapat pulang,” ujar Ketut.

BGN juga menyatakan seluruh biaya perawatan medis korban akan ditanggung, baik untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan.

Dapur SPPG Kalitengah Disuspend

Di sisi lain, BGN menghentikan sementara operasional SPPG Kalitengah sejak laporan pertama dugaan keracunan diterima.

SPPG tersebut sebelumnya melayani sekitar 2.800 porsi MBG setiap hari. Dapur yang mulai beroperasi pada April 2026 itu mendistribusikan makanan ke dua sekolah di lingkungan pondok pesantren serta 19 sekolah swasta dan TK di sekitarnya.

Baca Juga:  Tol Japek hingga Probowangi Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat

BGN Pusat juga telah mengirim tim investigasi untuk mengusut penyebab kejadian. Tim tersebut dipimpin Direktur Pengawasan Wilayah 2 BGN, Brigjen Doni.

Ketut mengatakan hasil investigasi akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami ratusan penerima MBG.

“Hasilnya nanti akan kita umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan,” katanya.

Hingga kini, pemeriksaan laboratorium masih berjalan. BGN menyatakan evaluasi terhadap operasional SPPG akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk memperketat pengawasan untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi. (BS/za)

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB