Usai Ricuh di Grahadi, Emil Soroti Perusakan dan Penangkapan Massa

- Publisher

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa melakukan pengrusakan dan pelemparan pagar dan Gedung Grahadi sebelum dibubarkan petugas. (Foto: Ist)

i

Massa melakukan pengrusakan dan pelemparan pagar dan Gedung Grahadi sebelum dibubarkan petugas. (Foto: Ist)

Bicarasurabaya.com – Aksi demonstrasi aliansi Warga Surabaya Turun ke Jalan bertajuk #IndonesiaSekarat di depan Gedung Negara Grahadi, Jumat (26/6/2026) malam, berakhir ricuh. Sejumlah bagian pagar sisi timur Grahadi dirusak, sementara belasan peserta aksi diamankan polisi saat massa dibubarkan.

Sehari setelah kejadian, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono meninjau langsung kerusakan pagar Grahadi yang berbahan baja ringan.

Menurut Emil, penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara. Namun, ia menilai tindakan perusakan fasilitas negara tidak dapat dibenarkan.

“Suara dan aspirasi masyarakat harus diterima. Tetapi ada sebagian yang bukan lagi fokus menyampaikan aspirasi, melainkan melakukan tindakan yang merusak,” kata Emil, Sabtu (27/6/2026).

Emil mengatakan pemerintah selalu membuka ruang dialog bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Karena itu, ia menyayangkan aksi sejumlah peserta yang justru mencabut pagar dan melemparkannya ke dalam kompleks Grahadi.

“Kami menawarkan ruang dialog. Tetapi yang terjadi justru tindakan yang membahayakan keamanan, termasuk bagi petugas yang bertugas di lapangan,” ujarnya.

Baca Juga:  Serunya Lomba Agustusan di Liponsos Keputih, Jadi Terapi Bangun Percaya Diri

Mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Emil juga mengapresiasi aparat kepolisian yang mengamankan jalannya aksi.

“Kami mengapresiasi seluruh jajaran keamanan atas pengamanan yang kami nilai efektif, tetapi tetap humanis,” katanya.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Lutfi Sulistiawan mengatakan aparat mengamankan belasan orang saat pembubaran aksi. Mereka diduga terlibat dalam tindakan yang mengganggu ketertiban dan merusak fasilitas umum.

Menurut Lutfi, pengamanan dilakukan setelah polisi beberapa kali mengimbau massa agar membubarkan diri secara tertib. Namun, sebagian peserta aksi tetap bertahan sehingga dilakukan tindakan kepolisian sesuai prosedur.

Baca Juga:  Harga Emas Turun, Antam ke Rp2,8 Juta, UBS dan Galeri24 Terkoreksi

Seluruh peserta aksi yang diamankan saat ini masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami peran masing-masing dalam insiden tersebut. Polisi memastikan proses penanganan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Di sisi lain, Tim Advokasi KontraS Surabaya menyebut total terdapat 24 demonstran yang diamankan. KontraS juga mengaku mendampingi para peserta aksi bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) serta menyoroti dugaan kekerasan saat proses pembubaran. Hingga berita ini ditulis, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap para demonstran yang diamankan.(BS/za)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB