Gempa M 6,4 di Selatan Pacitan, BPBD Catat Kerusakan Rumah

- Publisher

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tangkapan layar BMKG

i

Foto: Tangkapan layar BMKG

Bicarasurabaya.com – Gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,4 mengguncang wilayah selatan Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) dini hari. Gempa yang terjadi sekitar pukul 01.10 WIB itu berpusat di perairan selatan Kabupaten Pacitan dan terasa hingga sejumlah daerah di Jawa Timur.

Guncangan dilaporkan dirasakan warga di Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, hingga Surabaya, Pasuruan, Jember, Banyuwangi, serta beberapa wilayah jalur Pantura. Sejumlah warga sempat terbangun dari tidur dan keluar rumah karena panik.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berpusat di koordinat 8,89 derajat Lintang Selatan dan 111,18 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa ini dipastikan tidak berpotensi tsunami.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Triadi Atmono mengatakan, pusat gempa berada sekitar 90 kilometer di tenggara Pacitan dan tergolong gempa dangkal.

“Informasi dari BMKG, gempa terjadi di laut dengan kedalaman dangkal dan tidak berpotensi tsunami,” ujar Triadi, Jumat pagi.

Hingga pagi hari, BPBD Trenggalek belum menerima laporan korban jiwa, korban luka, maupun kerusakan bangunan di wilayahnya. Pemantauan lapangan masih terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak lanjutan.

Baca Juga:  WargaKu Surabaya Down, Akses eHealth Dialihkan ke Browser

Sementara itu, BPBD Pacitan mencatat adanya laporan awal kerusakan bangunan. Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko menyebut, dua bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.

“Saat ini masih fase monitoring dan pengumpulan data. Informasi awal memang ada laporan kerusakan bangunan,” kata Erwin.

Kerusakan dilaporkan terjadi di Lingkungan Kebon, Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan, berupa rumah warga yang runtuh sebagian. Laporan serupa juga diterima dari Desa Kembang dan Desa Kedungbendo, Kecamatan Arjosari.

Baca Juga:  Mabuk, Pengemudi Outlander Tabrak Taksi Listrik hingga Tewaskan Pria di Surabaya

Petugas BPBD telah diterjunkan untuk melakukan asesmen lapangan guna memastikan tingkat kerusakan dan dampak yang ditimbulkan. Menurut Erwin, kuatnya guncangan memungkinkan terjadinya kerusakan, terutama pada rumah dengan struktur non-permanen.

Hingga Jumat pagi, belum ada laporan korban jiwa maupun luka akibat gempa tersebut. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, serta segera melapor jika menemukan kerusakan bangunan yang membahayakan keselamatan. (BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB