Bicarasurabaya.com – Jumlah santri yang diduga mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, melonjak. Dari sebelumnya 239 orang, kini tercatat 500 pasien ditangani di delapan rumah sakit, Rabu (2/9/2026) pagi.
Dari total tersebut, 320 pasien sudah diperbolehkan pulang. Sebanyak 65 pasien masih menjalani rawat inap, sedangkan 115 lainnya masih dalam observasi.
RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo menjadi rumah sakit dengan jumlah pasien terbanyak, yakni 334 orang. Sebanyak 239 pasien sudah pulang, 92 masih diobservasi, dan tiga pasien menjalani rawat inap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
RSI Siti Hajar menangani 74 pasien. Sebanyak 29 pasien masih dirawat, 40 sudah pulang, dan lima masih dalam observasi.
Kemudian RSU Aisyiyah Siti Fatimah menangani 47 pasien, dengan delapan masih dirawat dan 39 sudah pulang.
RS Delta Surya menangani 20 pasien. Rinciannya, 15 masih dirawat, satu sudah pulang, dan empat masih diobservasi.
Sementara itu, RS Pusura Candi menangani 13 pasien yang seluruhnya masih menjalani observasi.
RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong menangani delapan pasien dan seluruhnya masih menjalani rawat inap. Kepala RS Bhayangkara Pusdik Porong, dr Zaid, membenarkan kondisi tersebut.
“Sampai pagi ini masih ada 8 santri yang menjalani rawat inap,” ujar Zaid kepada wartawan, Rabu (2/9/2026).
Dua rumah sakit lainnya juga menangani pasien. RS Arafah Anwar Medika merawat tiga pasien, dengan dua masih menjalani rawat inap dan satu sudah pulang. Sedangkan RS Anwar Medika menangani satu pasien yang masih dalam observasi.
Diduga Keracunan Usai Santap MBG
Ratusan santri tersebut diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan MBG yang didistribusikan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah.
Makanan tersebut didistribusikan sekitar pukul 10.00 WIB dan dibagikan kepada santri sekitar pukul 12.00 WIB.
Menu yang dibagikan terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan buah apel.
Sebelumnya, ratusan santri Manbaul Hikam mulai mengalami keluhan pada Selasa (1/9/2026) sore. Gejala disebut muncul setelah para santri melaksanakan salat Zuhur dan semakin banyak korban yang dibawa ke rumah sakit sekitar waktu Magrib. (BS/za)











