Bicarasurabaya.com –Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Inovasi Pesantren Kelompok 13 Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur mendorong penanganan sampah melalui pemanfaatan kembali barang yang sudah tidak digunakan di Pondok Pesantren Nurul Iman, Kabupaten Probolinggo.
Salah satunya dilakukan dengan memanfaatkan tong bekas sebagai penampung air dalam pembangunan sistem irigasi tetes (drip irrigation) untuk mendukung budidaya tanaman hortikultura di lingkungan pesantren.
Ketua KKN Kelompok 13, Muhammad Farich Nizami, mengatakan pemanfaatan tong bekas dilakukan agar barang yang sebelumnya tidak digunakan tidak langsung menjadi sampah, tetapi dapat memiliki fungsi baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tong yang kami gunakan untuk sistem irigasi ini merupakan barang yang sebelumnya sudah tidak dipergunakan. Daripada menjadi sampah, kami manfaatkan kembali sebagai tempat penampungan air untuk irigasi tetes,” kata Nizam.
Menurut dia, pendekatan tersebut sekaligus menjadi bentuk edukasi bahwa penanganan sampah dapat dimulai dari pemanfaatan kembali barang yang masih layak digunakan.
“Selain mengurangi barang yang terbuang, pemanfaatan tong bekas ini juga dapat menekan biaya pembuatan instalasi. Sistem irigasinya tetap bisa berfungsi dengan baik dan bermanfaat untuk penyiraman tanaman,” ujarnya.
Sistem irigasi tetes dibangun menggunakan jaringan selang dan penetes yang menyalurkan air secara perlahan langsung menuju area perakaran tanaman. Teknologi tersebut dinilai lebih hemat air dan mengurangi kebutuhan penyiraman secara manual.
Irigasi tersebut nantinya digunakan untuk mendukung budidaya tanaman hortikultura, khususnya cabai dan terong, sebagai bagian dari rangkaian program ketahanan pangan yang dikembangkan mahasiswa di pesantren.
Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN UPN “Veteran” Jawa Timur, Mohammad Syarrafah, M.I.Kom., mengatakan pemanfaatan barang bekas menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.
“Penanganan sampah tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang rumit. Barang yang sudah tidak digunakan tetapi masih memiliki fungsi dapat dimanfaatkan kembali. Inilah yang ingin diperkenalkan mahasiswa melalui program KKN,” kata Syarrafah.
Menurut dia, pendekatan tersebut juga mengajarkan kepada santri bahwa persoalan lingkungan dapat dihubungkan dengan kegiatan produktif.
“Tong yang sebelumnya tidak terpakai kini memiliki fungsi baru sebagai bagian dari sistem pertanian. Ini merupakan contoh sederhana bagaimana konsep reuse dapat diterapkan secara nyata sekaligus mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.
Melalui program tersebut, mahasiswa berharap Pondok Pesantren Nurul Iman dapat terus mengembangkan budaya pemanfaatan kembali barang bekas sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih produktif dan berkelanjutan. (Penulis: Mohammad Syarrafah dan Tim KKN PP Nurul Iman Putra)









