Bicarasurabaya.com – Perbaikan sambungan ekspansi modular di Jembatan Suramadu membuat lalu lintas dari arah Surabaya menuju Madura mulai padat. Antrean kendaraan sempat mencapai sekitar 500 meter pada jam-jam tertentu.
Perbaikan berlangsung di kilometer 2.900 dan mulai dikerjakan sejak Kamis (27/8/2026). Pekerjaan membuat sebagian arus kendaraan menyempit sehingga terjadi penumpukan, terutama saat volume kendaraan meningkat.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bangkalan Ipda Akhmad Jauhari mengatakan kepadatan dari arah Surabaya menuju Madura terjadi sejak Kamis hingga Jumat pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ramai namun tetap bisa melintas, hanya agak padat,” kata Jauhari, Jumat (28/8/2026).
Sementara itu, arus kendaraan dari arah Madura menuju Surabaya masih lancar. Jalur khusus sepeda motor juga disebut tidak mengalami kepadatan berarti.
Antrean Tak Sampai 1 Kilometer
Jauhari mengatakan antrean kendaraan tidak terjadi sepanjang waktu. Kepadatan hanya muncul pada jam-jam tertentu ketika arus kendaraan meningkat.
“Paling panjang 500 meter, tidak sampai satu kilometer. Itu pun hanya di jam-jam tertentu, tidak 24 jam padat,” ujarnya.
Jam rawan terjadi pada pagi dan sore hari. Pada pagi hari, kepadatan biasanya berlangsung sekitar pukul 06.30-08.00 WIB. Sementara sore hari mulai sekitar pukul 15.30 WIB hingga menjelang magrib.
“Jam rawannya kalau pagi 06.30 sampai 08.00, kalau sore 15.30 sampai magrib biasanya padat,” jelasnya.
Untuk menjaga arus tetap bergerak, polisi melakukan pengaturan lalu lintas secara bergantian di sekitar titik pekerjaan.
Pengendara yang melintas juga diminta mengurangi kecepatan dan berhati-hati karena terdapat aktivitas pekerjaan di badan jembatan.
“Kami juga imbau masyarakat yang hendak melintas ke arah Madura agar lebih berhati-hati karena di atas jembatan sedang ada perbaikan,” tuturnya.
Perbaikan Berlangsung Dua Bulan
Perbaikan sambungan ekspansi modular dijadwalkan berlangsung selama sekitar dua bulan. Pekerjaan dilakukan pada jalur Jembatan Suramadu dari arah Surabaya menuju Madura.
Tahap pekerjaan meliputi pembongkaran expansion joint lama, pemasangan modular baru, pembesian, pengecoran, hingga pemasangan seal atau karet.
Selama pekerjaan berlangsung, penyempitan arus menjadi konsekuensi yang harus diantisipasi pengendara, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.
Dengan pengaturan lalu lintas yang dilakukan polisi, kendaraan masih dapat melintas meski pengguna jalan dari Surabaya menuju Madura perlu mengantisipasi kepadatan di sekitar kilometer 2.900. (BS/za)











