Bicarasurabaya.com – Minyak jelantah yang selama ini kerap berakhir sebagai limbah rumah tangga diolah menjadi produk bernilai ekonomi melalui inovasi Mambaus Lumiere. Produk berupa lilin aromaterapi tersebut dikembangkan dengan memperkuat aspek branding dan kemasan agar memiliki daya tarik sekaligus nilai jual yang lebih tinggi.
Pengembangan Mambaus Lumiere menjadi bagian dari kegiatan KKN Inovasi Pesantren Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur. Selain mengolah kembali minyak jelantah, mahasiswa juga diarahkan untuk membangun identitas produk yang mampu membawa pesan mengenai kreativitas, keberlanjutan lingkungan, dan peluang ekonomi.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Inovasi Pesantren UPN Veteran Jawa Timur, Ririn Puspita Tutiasri, S.I.Kom., M.Med.Kom., mengatakan branding menjadi salah satu faktor penting agar sebuah produk memiliki karakter yang kuat dan mampu dibedakan dari produk sejenis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Branding bukan hanya membuat produk terlihat menarik, tetapi bagaimana membangun persepsi dan memberikan makna kepada konsumen. Ketika minyak jelantah bisa diolah menjadi produk yang menarik dan dikomunikasikan dengan tepat, nilai produknya juga dapat meningkat,” kata Ririn.
Menurut dia, identitas sebuah merek dapat dibangun melalui nama, logo, warna, slogan hingga cerita yang menyertai produk. Kemasan juga tidak sebatas menjadi pelindung, tetapi berfungsi sebagai sarana komunikasi untuk membangun kepercayaan konsumen.

Konsep tersebut kemudian diterapkan pada Mambaus Lumiere. Nama Mambaus Lumiere memadukan identitas Mambaus dengan kata Lumiere yang berarti cahaya dalam bahasa Prancis. Nama itu dipilih untuk membawa kesan cahaya, kehangatan, ketenangan, dan kebaikan yang menjadi karakter produk.
Pengembangan identitas visual produk turut melibatkan Aighar Daanya Az Zahra yang membantu merancang desain label dan kemasan. Desain dibuat dengan memadukan nuansa Islami dan tampilan modern melalui elemen bulan sabit, siluet masjid serta ornamen geometris.
Perpaduan nuansa hijau, krem, dan emas digunakan untuk membangun kesan natural, elegan dan premium. Konsep tersebut diharapkan dapat mengubah persepsi terhadap produk berbahan minyak jelantah dari sekadar produk olahan limbah menjadi lilin aromaterapi handmade yang memiliki nilai estetika.
“Melalui desain kemasan, kami ingin menunjukkan bahwa produk dari minyak jelantah juga bisa tampil elegan dan bernilai. Kemasan bukan sekadar pembungkus, tetapi menjadi bagian dari cerita produk,” ujar Aighar.
Informasi mengenai penggunaan minyak jelantah tetap ditampilkan pada kemasan. Hal tersebut menjadi bagian dari identitas Mambaus Lumiere sekaligus memperkuat posisinya sebagai produk kreatif yang membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan.
Identitas merek tersebut juga diperkuat melalui tagline “Light Your Calm” yang menggambarkan penggunaan lilin sebagai bagian dari suasana relaksasi dan ketenangan. Konsistensi identitas visual diharapkan membuat produk lebih mudah dikenali, baik ketika dipasarkan secara langsung maupun melalui media digital.
(Penulis : Ririn Puspita Tutiasri, Aighar Daanya Az Zahra / Tim KKN UPN “Veteran” Jawa Timur)











