Laba Pupuk Indonesia Tembus Rp 8,51 Triliun, Naik 253 Persen di Semester I 2026

- Publisher

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicarasurabaya.com – PT Pupuk Indonesia (Persero) membukukan laba bersih sebesar Rp 8,51 triliun pada semester I 2026. Angka tersebut melonjak 253 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ditopang peningkatan produksi, efisiensi operasional, dan transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan.

Selain laba, Pupuk Indonesia juga mencatatkan pendapatan sebesar Rp 59,67 triliun, naik 51 persen secara tahunan. Sementara itu, EBITDA meningkat 140 persen menjadi Rp 14,28 triliun.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan capaian tersebut merupakan hasil konsistensi perusahaan menjalankan efisiensi operasional dan disiplin biaya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Transformasi bisnis secara menyeluruh mulai membuahkan hasil. Dengan fondasi keuangan yang semakin kuat, kami optimistis pertumbuhan ini dapat berkelanjutan sekaligus memperbesar kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional,” ujar Rahmad dalam keterangan tertulis, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga:  Surabaya Tetapkan APBD 2026 Rp12,7 Triliun, Eri Fokus Genjot PAD

Efisiensi Jadi Kunci Pertumbuhan

Rahmad menjelaskan, perusahaan memperkuat daya tahan bisnis melalui berbagai strategi, mulai dari diversifikasi pendapatan, peningkatan kontribusi produk non-subsidi dan non-pupuk, hingga memperluas sumber pasokan bahan baku untuk meredam dampak fluktuasi harga komoditas global.

Transformasi juga dilakukan melalui penguatan efisiensi operasional, digitalisasi, penyederhanaan struktur holding, hingga perbaikan sistem distribusi pupuk bersubsidi.

Menurut Rahmad, langkah tersebut membuat perusahaan tetap mampu menjaga pertumbuhan meski di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Revitalisasi Pabrik dan Pengembangan Bisnis

Sejalan dengan transformasi perusahaan, Pupuk Indonesia menyiapkan revitalisasi tujuh pabrik dalam lima tahun ke depan guna meningkatkan produktivitas aset.

Perusahaan juga tengah menyiapkan sejumlah ekspansi bisnis, antara lain pengembangan metanol dan turunannya, bisnis clean ammonia, serta pengembangan sektor pendukung industri untuk memperkuat sumber pendapatan jangka panjang.

Baca Juga:  Menhub Evaluasi Operator Usai Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

Distribusi Pupuk Bersubsidi Meningkat

Transformasi juga berdampak pada penyaluran pupuk bersubsidi. Sepanjang 2025, Pupuk Indonesia menyalurkan 8,11 juta ton pupuk bersubsidi atau naik 10,68 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut didukung implementasi sistem i-Pubers yang mempercepat proses penebusan pupuk serta penyederhanaan tata kelola distribusi melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025.

Hingga 12 Juli 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 5,13 juta ton, atau sekitar 52 persen dari alokasi pemerintah sebesar 9,8 juta ton.

“Semua perubahan struktural ini bermuara pada satu tujuan, yakni pupuk lebih cepat diterima petani dengan biaya yang lebih efisien serta mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Rahmad.

Baca Juga:  Kepala BGN Nanik Deyang Mengundurkan Diri karena Sakit Jantung

Siap Penuhi Kebutuhan Domestik dan Ekspor

Dari sisi operasional, Pupuk Indonesia memiliki kapasitas produksi sekitar 14,8 juta ton per tahun. Kapasitas tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri sekaligus membuka peluang ekspansi ke pasar global tanpa mengganggu pasokan bagi petani Indonesia.

Rahmad menegaskan perusahaan tidak hanya mengejar pertumbuhan laba, tetapi juga membangun fondasi bisnis yang kuat agar mampu bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi.

“Bagi kami, keberlanjutan laba bukan sekadar mengejar angka tertinggi setiap tahun, tetapi memastikan perusahaan tetap tumbuh dan manfaatnya dirasakan langsung oleh petani maupun pelaku usaha,” pungkasnya. (BS/za) 

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB