ITS Temukan Bakteri yang Mampu Bersihkan Tanah Tercemar Minyak

- Publisher

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof Ipung Fitri Purwanti ST MT PhD saat menjelaskan mengenai bioremediasi bakteri sebagai metode pemulihan lingkungan yang tercemar. (Foto: dok Humas ITS)

i

Prof Ipung Fitri Purwanti ST MT PhD saat menjelaskan mengenai bioremediasi bakteri sebagai metode pemulihan lingkungan yang tercemar. (Foto: dok Humas ITS)

Bicarasurabaya.com – Pencemaran tanah, air, hingga udara masih menjadi persoalan lingkungan di berbagai daerah. Menjawab tantangan tersebut, Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Ipung Fitri Purwanti mengembangkan teknologi bioremediasi berbasis bakteri untuk memulihkan lingkungan yang tercemar.

Selama lebih dari 20 tahun meneliti di bidang teknik lingkungan, Prof Ipung mengembangkan metode yang memanfaatkan mikroorganisme untuk menguraikan berbagai jenis polutan. Teknologi ini tidak hanya ditujukan untuk membersihkan tanah yang tercemar minyak, tetapi juga berpotensi diterapkan pada pencemar lain, termasuk logam berat.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Turun Rp16 Ribu, Kini Rp2,597 Juta per Gram

Riset diawali dengan mengisolasi bakteri yang secara alami hidup di lokasi tercemar. Setelah dikembangkan di laboratorium, bakteri tersebut dimanfaatkan kembali untuk menguraikan polutan pada lokasi dengan karakteristik pencemaran serupa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pendekatan ini lebih efektif karena memanfaatkan mikroorganisme yang sudah beradaptasi dengan lingkungan tercemar,” ujar Prof Ipung dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/7/2026).

Dalam penelitiannya, ia menggunakan sejumlah bakteri, di antaranya Bacillus cereus, Bacillus subtilis, Pseudomonas aeruginosa, dan Staphylococcus gallinarum. Jenis terakhir menjadi temuan yang paling menonjol setelah berhasil diisolasi dari tanah yang tercemar limbah kerosin hasil pengolahan aspal.

Baca Juga:  Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Menurut Ipung, Staphylococcus gallinarum memiliki kemampuan lebih baik dalam bertahan hidup sekaligus menguraikan senyawa pencemar dibandingkan beberapa bakteri lain yang telah diuji.

Selain menggunakan bakteri tunggal, tim peneliti ITS juga mengembangkan metode konsorsium bakteri, yakni mengombinasikan beberapa jenis mikroorganisme untuk meningkatkan efektivitas bioremediasi. Namun, hasil penelitian menunjukkan kombinasi bakteri tidak selalu memberikan hasil yang lebih baik karena bergantung pada kemampuan masing-masing mikroorganisme untuk saling bersinergi.

Baca Juga:  PKH dan BPNT Cair Mulai 20 Juli 2026, Ini Penjelasan Kemensos

Teknologi tersebut telah diuji di laboratorium maupun di lapangan, termasuk pada kawasan kilang minyak di Sumatera. Hasilnya menunjukkan bakteri mampu menurunkan kadar pencemar hidrokarbon di dalam tanah.

Ke depan, Prof Ipung berharap teknologi bioremediasi yang dikembangkannya dapat menjadi solusi ramah lingkungan dalam menangani pencemaran secara berkelanjutan. Selain mendukung pemulihan kualitas tanah dan air, inovasi ini juga berpotensi memperkuat upaya pencapaian target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di sektor lingkungan. (BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB