Lumajang Tetapkan Tanggap Darurat Kekeringan Selama 90 Hari

- Publisher

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

i

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kabupaten Lumajang menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan selama 90 hari, mulai 14 Juli hingga 7 Oktober 2026. Penetapan ini dilakukan menyusul meningkatnya ancaman krisis air bersih di sejumlah wilayah saat musim kemarau.

Status tanggap darurat tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Lumajang Nomor 100.3.3.2/282/KEP/427.12/2026.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho mengatakan distribusi air bersih sudah mulai dilakukan sejak Selasa (14/7). Pada tahap awal, bantuan disalurkan ke 15 titik di Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Distribusi air bersih sudah dimulai di 15 titik di Desa Jenggrong. Selanjutnya akan dilakukan secara bertahap ke wilayah lain yang terdampak,” kata Isnugroho, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga:  181 KK Belum Terdata, Pemkot Surabaya Siapkan Verifikasi Online

Enam Kecamatan Rawan Kekeringan

Pemkab Lumajang memetakan sedikitnya enam kecamatan yang berpotensi mengalami krisis air bersih, yakni Ranuyoso, Gucialit, Klakah, Kedungjajang, Padang, dan Senduro.

Dari enam wilayah tersebut, Ranuyoso dan Gucialit menjadi prioritas penanganan karena hampir setiap musim kemarau mengalami kekurangan air bersih.

“Ada beberapa kecamatan yang memang rutin mengalami kekurangan air. Kebutuhan itu akan kami penuhi melalui distribusi tangki air bersih,” ujar Isnugroho.

Selain menghadapi kekeringan, Pemkab Lumajang juga menetapkan seluruh 21 kecamatan sebagai wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca Juga:  Rumah Bupati hingga Kantor Pemkab Tulungagung Digeledah KPK, Ini Temuannya

Sejak awal Juli 2026, BPBD mencatat telah terjadi tiga kebakaran lahan tebu, dua kebakaran rumah, dan satu kebakaran hutan dengan luas sekitar dua hektare.

Untuk mengantisipasi potensi kebakaran yang meningkat selama musim kemarau, BPBD telah menyiagakan personel di pos komando serta memperkuat patroli di wilayah rawan.

Warga Diminta Segera Melapor

BPBD mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan wilayah yang mengalami krisis air bersih maupun indikasi kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga:  JATIM HUB Resmi Beroperasi, Perkuat Ekspor dan Logistik Jawa Timur

Laporan dapat disampaikan melalui pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, atau langsung ke BPBD agar petugas segera melakukan asesmen dan penanganan.

“Setelah laporan diterima, kami akan segera melakukan asesmen untuk menentukan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan,” kata Isnugroho.

Dengan status tanggap darurat yang berlaku hingga awal Oktober, Pemkab Lumajang berharap distribusi air bersih dapat memenuhi kebutuhan warga terdampak, sekaligus meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan selama puncak musim kemarau. (BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB