Lurah Tambak Wedi Dicopot, Wali Kota Eri Laporkan Dugaan Jual Beli SWK ke Polisi

- Publisher

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dugaan Jual Beli Stan SWK Berujung Pencopotan Lurah Tambak Wedi. (Foto: Diskominfo)

i

Dugaan Jual Beli Stan SWK Berujung Pencopotan Lurah Tambak Wedi. (Foto: Diskominfo)

Bicarasurabaya.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mencopot Lurah Tambak Wedi, Yusufian, setelah muncul keluhan pedagang terkait dugaan praktik jual beli stan di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Tambak Wedi. Keputusan itu diambil sebagai bentuk evaluasi terhadap lemahnya pengawasan di tingkat kelurahan.

Pencopotan berlaku mulai Kamis (9/7/2026) pukul 10.00 WIB, usai Eri melantik dan memutasi 32 aparatur sipil negara (ASN) di Gedung Sawunggaling. Yusufian kini menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Kelurahan Kalisari.

Eri menegaskan lurah merupakan ujung tombak pelayanan masyarakat sehingga wajib mengetahui persoalan yang terjadi di wilayahnya.

“Kalau masyarakatnya tidak terlindungi, maka dia tidak bisa,” kata Eri.

Menurut Eri, alasan lurah yang mengaku tidak mengetahui dugaan praktik tersebut karena seluruh pengelolaan SWK diserahkan kepada paguyuban tidak bisa dijadikan pembenaran.

“Harus ada pengawasan. Ini menjadi pembelajaran bagi kepala dinas, kabag, camat, dan lurah agar hal seperti ini tidak terulang,” tegasnya.

Ia menilai Yusufian lebih banyak berkomunikasi dengan pengurus paguyuban dibandingkan mendengar langsung keluhan para pedagang.

“(Lurah) tanyanya bukan ke pedagang, tapi ke paguyuban. Padahal ada pedagang yang mengaku dimintai uang setor,” ujarnya.

Baca Juga:  Drone Pintar ITS Raih Juara 3 SAFMC 2026 di Singapura

Selain melakukan mutasi, Pemkot Surabaya juga telah melaporkan dugaan jual beli stan SWK tersebut ke kepolisian. Langkah itu ditempuh agar dugaan pelanggaran dapat diusut secara hukum.

“Kami sudah membuat laporan ke Polres. Karena ini negara hukum, biar diproses sesuai ketentuan,” kata Eri.

Berdasarkan laporan yang diterima Pemkot, sedikitnya lima pedagang mengaku menjadi korban dugaan praktik tersebut. Sebagian mengaku tidak bisa memperoleh stan karena tidak mampu membayar, sementara lainnya terpaksa menyerahkan sejumlah uang agar bisa berjualan.

Baca Juga:  KUR Fiktif BNI Jember Rp 41,4 Miliar, Kejati Tetapkan Tersangka Baru

Eri menegaskan mutasi Yusufian bukan bentuk penurunan pangkat karena jabatan lurah dan kepala seksi berada pada eselon yang sama. Namun, perpindahan itu merupakan bagian dari evaluasi terhadap tanggung jawab dan fungsi kepemimpinan di wilayah.

Secara keseluruhan, terdapat 32 ASN yang dimutasi dalam pelantikan tersebut. Selain evaluasi kinerja, mutasi dilakukan karena ada lurah yang telah menjabat lebih dari lima tahun, ada yang mengundurkan diri, serta rotasi untuk penyegaran organisasi.(BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB