Bicarasurabaya.com – Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Surabaya 2026 mulai dimatangkan dengan menyesuaikan dokumen tersebut terhadap Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Surabaya 2025. Sinkronisasi dilakukan untuk memastikan arah pembangunan kota mampu menjawab kebutuhan penanganan banjir, pengembangan transportasi, hingga penyediaan ruang terbuka hijau (RTH).
Kepala Bidang Penataan Ruang DPRKPP Kota Surabaya Reinhard Oliver mengatakan, RDTR 2026 merupakan pembaruan terhadap dokumen tata ruang sebelum 2018 yang dipadukan dengan kebijakan RTRW terbaru.
“RDTR tahun ini mereviu dokumen sebelum 2018 sekaligus mengacu pada Perda RTRW 2025 agar pengaturan tata ruang menjadi lebih detail,” kata Reinhard di sela Konsultasi Publik I RDTR Surabaya, Selasa (30/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam penyusunannya, pemerintah menyelaraskan data lintas sektor sebagai dasar perencanaan. Koordinasi dilakukan bersama Bappeda, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), hingga BPBD, termasuk memanfaatkan kajian kawasan rawan bencana sebagai bahan analisis.
Selain pengendalian banjir, RDTR juga mengakomodasi sejumlah rencana pengembangan infrastruktur transportasi. Di antaranya jalur kereta api yang masuk Proyek Strategis Nasional (PSN), pembangunan Flyover Taman Pelangi, serta rencana Tol Surabaya Eastern Ring Road (SEER) yang masih dalam tahap studi kelayakan.
Di sektor lingkungan, kebijakan ruang terbuka hijau tetap mengacu pada RTRW 2025 dengan target mempertahankan luas RTH minimal 20 persen sesuai ketentuan. Reinhard menjelaskan, penghitungan RTH kini menggunakan sistem indeks sesuai regulasi terbaru Kementerian ATR sehingga dinilai lebih adaptif bagi wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.
Ia berharap RDTR 2026 tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi menjadi pedoman pembangunan yang dapat diterapkan secara konsisten.
“Perencanaannya harus bisa diimplementasikan dengan baik sehingga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan masyarakat Kota Surabaya,” ujarnya. (BS/za)









