Bicarasurabaya.com – Mencari destinasi yang tak sekadar untuk berfoto saat liburan? Cross Musea Pertiwi di Museum Dr. Soetomo Surabaya bisa menjadi pilihan. Pameran yang berlangsung pada 2-14 Juni 2026 ini mengajak pengunjung menjelajahi perjalanan hidup manusia melalui pengalaman yang lebih interaktif dan dekat dengan keseharian.
Tak hanya menampilkan koleksi museum di balik etalase kaca, pameran ini mengajak pengunjung menyusuri berbagai fase kehidupan manusia, mulai dari kelahiran, tradisi yang mengiringi perjalanan hidup, hingga refleksi tentang akhir kehidupan.
Mengusung tema “Pertiwi”, pameran menghadirkan kolaborasi tiga museum, yakni Museum Etnografi Universitas Airlangga, Museum Mpu Tantular Sidoarjo, dan Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Berbagai koleksi dari ketiganya dirangkai menjadi satu cerita yang membawa pengunjung mengenal lebih dekat budaya dan tradisi Nusantara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala UPTD Museum dan Gedung Seni Balai Budaya Kota Surabaya Saidatul Ma’munah mengatakan konsep pameran sengaja dibuat lebih imersif agar pengunjung bisa menikmati museum dengan cara yang berbeda.
“Kami ingin pengunjung tidak hanya melihat koleksi, tetapi juga merasakan pengalaman dari cerita yang dibangun melalui tema Pertiwi,” ujarnya, Senin (1/6/2026).
Selain menikmati pameran, pengunjung juga bisa mengikuti berbagai kegiatan pendukung seperti diskusi publik bertajuk ‘Aku dan Pertiwi’, pertunjukan musik, hingga kuis berhadiah.
Sejumlah area interaktif turut disiapkan, mulai dari spot foto tematik hingga aktivitas digital yang memungkinkan pengunjung berinteraksi langsung dengan materi pameran. Konsep ini membuat pengalaman berkunjung ke museum terasa lebih hidup, terutama bagi anak-anak dan generasi muda.
Cross Musea Pertiwi dapat dikunjungi setiap hari pukul 08.00-15.00 WIB di Museum Dr. Soetomo Surabaya. Tiket masuk tersedia melalui pemesanan daring dengan pembayaran menggunakan QRIS.
Bagi yang ingin menikmati wisata edukasi dengan suasana berbeda, pameran ini menawarkan kesempatan untuk melihat bagaimana sejarah, budaya, dan teknologi berpadu dalam satu ruang yang sama. Bukan sekadar melihat koleksi, tetapi juga mengajak pengunjung memahami cerita di baliknya. (BS/za)









