Harga Telur di Jatim Anjlok, Peternak Kesulitan Jual Hasil Produksi

- Publisher

Senin, 25 Mei 2026 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: dok/Istimewa)

i

Ilustrasi (Foto: dok/Istimewa)

Bicarasurabaya.com — Harga telur ayam di tingkat peternak di Jawa Timur terus mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Melimpahnya produksi membuat harga jual telur jatuh hingga berada di bawah harga pokok produksi (HPP).

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Indyah Aryani, mengatakan kondisi tersebut terjadi di sejumlah sentra peternakan ayam petelur di Jatim. Menurutnya, Jawa Timur selama ini menjadi daerah dengan populasi unggas terbesar di Indonesia sehingga produksi telur selalu surplus.

“Populasi unggas di Jawa Timur memang terbesar, baik broiler maupun ayam petelur. Produksi telur kita juga selalu surplus,” kata Indyah dalam keterangannya yang dkutip, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, penurunan harga dipicu stok telur yang melimpah di pasaran, sementara daya serap masyarakat dan industri belum mampu mengimbangi peningkatan produksi.

Akibatnya, banyak peternak kesulitan menjual hasil produksi mereka. Stok telur menumpuk di kandang, terutama di sejumlah daerah sentra peternakan.

“Kemarin sempat terjadi gejolak di Magetan karena harga terus turun dan penyerapannya tidak bagus. Bahkan ada peternak yang sampai membagikan telur gratis,” ujarnya.

Baca Juga:  Surabaya Genjot Sertifikasi Tukang untuk Dukung Proyek Infrastruktur

Menurut Indyah, kondisi ini dipengaruhi meningkatnya produksi telur dalam beberapa bulan terakhir. Banyak peternak sebelumnya menambah populasi ayam petelur untuk mengantisipasi lonjakan permintaan saat hari raya dan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, proyeksi peningkatan pasar ternyata tidak sesuai harapan. Permintaan yang diperkirakan naik justru belum mampu menyerap produksi telur yang terus bertambah.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini mendorong peningkatan penyerapan telur, salah satunya melalui penambahan menu telur dalam program MBG. Langkah itu diharapkan bisa membantu menjaga stabilitas harga sekaligus meringankan beban peternak.

Baca Juga:  Bawang Putih Turun, Cabai dan Daging Ayam Kampung Naik

Kondisi anjloknya harga telur ini menjadi perhatian karena Jawa Timur merupakan salah satu pemasok utama kebutuhan telur nasional. Jika situasi berlangsung lama, peternak dikhawatirkan mengalami kerugian lebih besar akibat biaya produksi yang tidak sebanding dengan harga jual di pasaran.(BS/za)

Berita Terkait

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB