Penyaluran Bansos di Surabaya Akan Berbasis Data Digital Terpadu

- Publisher

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Diskominfo Surabaya

i

Foto: Diskominfo Surabaya

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai menerapkan sistem digital terintegrasi untuk memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) lebih tepat sasaran. Melalui program Perlindungan Sosial Digital Terintegrasi (Perlinsos Digital), data penerima bansos nantinya diverifikasi otomatis menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang terkoneksi dengan berbagai lembaga negara.

Sebagai persiapan, Pemkot Surabaya menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis kepada 12.669 agen pendamping pada 20 dan 22 Mei 2026. Ribuan agen tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai kepala OPD, camat, lurah, Satpol PP, TKSK, pendamping PKH, hingga ASN pendamping Kampung Pancasila.

Kepala Dinas Sosial Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, para agen disiapkan untuk mendampingi masyarakat, khususnya kelompok rentan yang belum memiliki akses gawai maupun internet agar tetap bisa mengakses layanan bansos digital.

“Para agen ini membantu masyarakat memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran,” kata Antiek dalam keterangannya, yang dikutip, Kamis (21/5/2026).

Program Perlinsos Digital merupakan pengembangan transformasi digital nasional setelah sebelumnya diuji coba di Banyuwangi pada 2025. Tahun ini, program diperluas ke 42 kabupaten/kota di Indonesia, termasuk Surabaya.

Melalui sistem tersebut, data warga akan langsung terhubung dengan 16 kementerian dan lembaga. Integrasi itu memungkinkan pemerintah melakukan verifikasi otomatis terhadap kondisi ekonomi calon penerima bansos.

Baca Juga:  100+ Proyek Drainase Dikebut, Surabaya Targetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya Eddy Christijanto menjelaskan, sistem baru ini akan mengurangi ketergantungan pada penilaian manual yang selama ini kerap memicu protes di masyarakat.

“Kalau dulu survei dilakukan manual dari RT, RW, hingga kelurahan, sekarang sistem yang akan menyaring secara otomatis berdasarkan data terintegrasi,” ujar Eddy.

Ia mencontohkan, apabila ada ASN aktif atau pengusaha dengan omzet besar mendaftar bansos, sistem akan langsung mendeteksi melalui koneksi data dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) maupun data perpajakan.

Sistem juga mampu membaca kepemilikan aset seperti kendaraan mewah atau tanah luas melalui integrasi dengan instansi terkait. Dengan begitu, penerima bansos diharapkan benar-benar berasal dari kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga:  Pastikan Proses SPMB Jatim Nyaman dan Terukur, Khofifah: Siswa Terlayani dengan Baik

Meski berbasis digital, pemerintah tetap membuka masa sanggah selama satu bulan apabila ditemukan ketidaksesuaian data.

“Kalau ada warga yang datanya tidak sesuai kondisi sebenarnya, tetap bisa mengajukan klarifikasi untuk diverifikasi ulang,” jelas Eddy.

Pemkot Surabaya menjadwalkan proses penginputan data dan skrining kelayakan warga melalui aplikasi Perlinsos mulai berjalan Juni 2026. Data hasil uji coba itu akan menjadi dasar penyaluran bansos di Surabaya pada 2027.

Melalui sistem digital terintegrasi ini, Pemkot Surabaya berharap penyaluran bansos menjadi lebih transparan, objektif, dan minim kecemburuan sosial di masyarakat.(BS/za)

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB