Surabaya Perketat Verifikasi Domisili dan Pastikan Semua Anak Tertampung di SPMB 2026

- Publisher

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Diskominfo Surabaya

i

Foto: Diskominfo Surabaya

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh akses pendidikan dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Kepastian itu disampaikan seiring kolaborasi sekolah negeri dan swasta untuk menampung seluruh lulusan SD di Kota Pahlawan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya, Eddy Christijanto, mengatakan kapasitas sekolah yang disiapkan Dinas Pendidikan dinilai mencukupi untuk menampung lulusan SD negeri maupun swasta.

“Sekolah negeri dan swasta berkolaborasi. Berdasarkan kuota yang ada, insyaallah semua anak usia sekolah di Surabaya tetap bisa bersekolah pada 2026,” kata Eddy, Selasa (19/5/2026).

Pemkot mencatat daya tampung SMP negeri dan swasta di Surabaya mencapai sekitar 42 ribu kursi. Jumlah itu dinilai cukup untuk mengakomodasi sekitar 41 ribu lulusan SD tahun ini.

Pemerhati Pendidikan dan Perlindungan Anak LPA Jawa Timur, Isa Anshori, menilai komposisi daya tampung tersebut masih ideal. Menurutnya, sekitar 40 persen lulusan akan tertampung di SMP negeri, sedangkan sisanya masuk sekolah swasta.

“Artinya semua anak tetap tertampung dan tidak ada yang kehilangan akses pendidikan,” ujarnya.

Baca Juga:  Update Harga Emas 2 April: Antam, UBS, Galeri24 Kompak Naik

Selain memastikan daya tampung, Pemkot Surabaya juga memperketat pengawasan administrasi kependudukan dalam pelaksanaan SPMB. Langkah itu dilakukan untuk mencegah praktik perpindahan alamat Kartu Keluarga (KK) demi kepentingan sekolah.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, mengatakan sistem SPMB kini terintegrasi dengan aplikasi Cek In Warga untuk memverifikasi domisili peserta didik.

“Integrasi ini untuk memastikan proses penerimaan murid berjalan objektif, transparan, dan sesuai domisili sebenarnya,” kata Irvan.

Ia menegaskan, permohonan administrasi kependudukan dapat ditolak apabila ditemukan perpindahan KK yang tidak sesuai kondisi riil di lapangan.

Baca Juga:  Wali Kota Eri: Ormas yang Lakukan Premanisme Akan Dibubarkan

Dispendukcapil juga mengingatkan masyarakat agar tidak salah memahami tanggal cetak KK. Sebab, tanggal tersebut hanya menunjukkan waktu dokumen diproses atau dicetak, bukan penanda lama tinggal seseorang di suatu alamat.

Karena itu, warga yang membutuhkan klarifikasi riwayat domisili untuk keperluan SPMB dapat mengajukan surat keterangan resmi ke Dispendukcapil Surabaya.

Pemkot berharap seluruh proses administrasi dilakukan secara jujur agar pelaksanaan SPMB berjalan adil dan transparan bagi seluruh calon peserta didik di Surabaya.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB