Bicarasurabaya.com – Penguatan pendidikan vokasi di Jawa Timur kembali menunjukkan hasil. Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan (UPT PTKK) berhasil meraih dua penghargaan nasional sekaligus pada 2025.
Penghargaan itu meliputi Tempat Uji Kompetensi (TUK) Terbaik bidang fotografi dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi Fotografi Indonesia, serta TUK Terbaik versi Forum LSK dengan capaian kelulusan tertinggi secara nasional.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut capaian ini sebagai bukti konsistensi pembinaan vokasi di daerah. “Ini menunjukkan pembinaan vokasi berjalan terstruktur dan berkelanjutan,” ujarnya di Surabaya, Senin (20/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan, penguatan vokasi menjadi kunci menyiapkan SDM yang adaptif di tengah perubahan teknologi, mulai dari kecerdasan buatan hingga Internet of Things.
Menurut Khofifah, UPT PTKK memegang peran strategis sebagai pusat pelatihan sekaligus sertifikasi kompetensi berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Layanannya mencakup siswa SMK, program double track, hingga masyarakat umum.
Di bidang fotografi, sekitar 300 siswa mengikuti sertifikasi, menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu daerah dengan lulusan terbanyak secara nasional.
Sertifikasi kompetensi dinilai penting karena menjadi pengakuan formal atas keahlian sekaligus meningkatkan daya saing di pasar kerja. “Sertifikat kompetensi menjadi nilai tambah saat masuk dunia kerja,” katanya.
UPT PTKK juga mengembangkan pelatihan lintas bidang, mulai dari teknik mesin, otomotif, hingga sektor kreatif seperti desain grafis, animasi, fotografi, dan videografi.
Untuk memperluas akses, pelatihan juga dijalankan melalui Mobile Training Unit (MTU) yang menjangkau daerah dengan keterbatasan fasilitas praktik.
Selain itu, capaian vokasi Jawa Timur juga tercermin dari prestasi di tingkat nasional. Selama tiga tahun berturut-turut, Jawa Timur meraih juara umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS).
Ke depan, sinergi dengan dunia usaha dan industri akan terus diperkuat agar lulusan vokasi tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menambahkan, penguatan UPT PTKK diarahkan sebagai pusat keunggulan atau “bengkel SDM” yang selaras dengan kebutuhan industri.
“Standar industri harus hadir dalam pembelajaran agar lulusan terserap di dunia kerja,” ujarnya.
Dengan capaian ini, penguatan ekosistem vokasi di Jawa Timur dinilai berada di jalur yang tepat untuk mencetak tenaga kerja terampil dan kompetitif.(BS/za)











