Hadiri Pemeriksaan BPK, Khofifah Yakin Jatim Raih WTP

- Publisher

Kamis, 2 April 2026 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok Humas Pemprov Jatim

i

Foto: dok Humas Pemprov Jatim

Bicarasuruabaya.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis provinsinya kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2025. Target itu disampaikan saat menghadiri entry meeting pemeriksaan BPK RI di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Jika tercapai, ini akan menjadi WTP ke-11 secara beruntun bagi Jawa Timur sejak 2015.

“Capaian ini kita syukuri, tapi yang penting adalah menindaklanjuti rekomendasi agar tata kelola keuangan semakin baik,” ujar Khofifah.

Ia menegaskan komitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, termasuk melalui optimalisasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) untuk meningkatkan akurasi pencatatan dan pelaporan keuangan.

Di tengah proses audit, Khofifah juga memaparkan kinerja ekonomi Jawa Timur sepanjang 2025. Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,33%, dengan kontribusi 14,40% terhadap nasional dan 25,29% di Pulau Jawa.

Dari sisi fiskal, pendapatan daerah mencapai Rp 29,88 triliun atau 104,65% dari target. Investasi menembus Rp 147,7 triliun—tertinggi dalam enam tahun terakhir—sementara ekspor tumbuh 16,61%.

Baca Juga:  Sapi Perah UPT Batu Setor PAD Rp 1 Miliar per Tahun, Ini Rinciannya

Meski begitu, Khofifah mengakui masih ada pekerjaan rumah, terutama dalam menekan angka kemiskinan yang berada di kisaran 9,3%.

“Capaian ini menjadi refleksi sekaligus pengingat masih ada pekerjaan rumah yang harus dituntaskan,” katanya.

Ia juga mengingatkan pemerintah daerah untuk lebih cermat mengelola anggaran di tengah ketidakpastian global, mulai dari tekanan geopolitik hingga fluktuasi harga pangan dan energi.

Menurutnya, belanja daerah harus difokuskan pada program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Tantangannya bukan hanya membelanjakan anggaran, tapi memastikan setiap rupiah memberi manfaat optimal,” tegasnya.

Baca Juga:  Sempat Alami Serangan Jantung, Tersangka Pungli ESDM Jatim Meninggal

Sementara itu, BPK menyoroti pentingnya ketepatan pencatatan keuangan, khususnya aset, sebagai faktor krusial dalam penilaian opini.

“Pencatatan aset yang tidak tepat bisa menghambat bahkan menurunkan opini,” ujar Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara V BPK, Bobby Adhityo Rizaldi.(BS/za)

Berita Terkait

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB