Bicarasurabaya.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau langsung lokasi tanah longsor yang menutup akses Jalan Raya Nasional Trenggalek–Ponorogo di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pembersihan material longsor berjalan optimal sehingga jalur utama penghubung Trenggalek dan Ponorogo dapat segera dibuka kembali.
Berdasarkan laporan di lapangan, longsor terjadi pada Selasa (3/3) sekitar pukul 17.30 WIB. Material longsor berupa batu berukuran besar menutup seluruh badan jalan di Dusun Pacar, Desa Nglinggis, sehingga kendaraan tidak dapat melintas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Proses pembersihan harus dilakukan hati-hati karena materialnya berupa batu besar yang membutuhkan alat berat,” kata Emil di lokasi.
Menurut Emil, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk mempercepat penanganan tanpa mengabaikan faktor keselamatan.
Koordinasi dilakukan antara BPBD Kabupaten Trenggalek, BPBD Jawa Timur, Basarnas, PU Bina Marga Jawa Timur, serta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali guna mendatangkan alat berat untuk memecah dan menyingkirkan batu yang menutup jalan.
Ia memastikan hingga saat ini tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, jalur nasional tersebut masih ditutup sementara hingga proses pembersihan material selesai dilakukan.
“Hingga hari ini jalan masih ditutup karena proses pemecahan dan pembersihan material batu masih berlangsung,” ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, Emil juga sempat menemui sejumlah sopir truk yang terjebak akibat tertutupnya jalur tersebut. Ia meminta para pengemudi bersabar karena proses pembersihan membutuhkan kehati-hatian.
“Kami memahami dampaknya bagi para pengemudi. Namun keselamatan harus menjadi prioritas. Pembersihan batu besar ini perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan risiko baru,” katanya.
Sementara itu, masyarakat yang hendak melintas dari Trenggalek menuju Ponorogo maupun sebaliknya diminta menggunakan jalur alternatif yang tersedia.
Di sisi lain, petugas dari BPBD bersama pemerintah desa setempat juga terus melakukan pengamanan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi longsor susulan.
“Petugas di lapangan terus memantau kondisi lereng sekaligus membersihkan material. Antisipasi longsor susulan juga menjadi perhatian,” kata Emil.
Ia mengapresiasi kerja cepat seluruh pihak yang telah turun ke lapangan sejak awal kejadian.
Menurut Emil, sinergi berbagai instansi menjadi kunci agar akses jalan nasional tersebut dapat segera kembali dibuka dan aktivitas masyarakat kembali normal.(BS/za)











