Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Simbol Perjuangan Buruh

- Publisher

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

i

Foto: Istimewa

Bicarasurabaya.com – Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Peresmian itu menjadi momen penghormatan terhadap perjuangan buruh sekaligus mengenang sosok Marsinah sebagai simbol keberanian kaum pekerja.

Dalam sambutannya, Prabowo menyebut keberadaan museum buruh seperti Museum Marsinah merupakan peristiwa langka, bahkan mungkin pertama di dunia.

“Kita berkumpul pagi hari ini untuk meresmikan sebuah museum yang didedikasikan untuk mengingat perjuangan buruh. Ini saya kira peristiwa yang langka,” kata Prabowo.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, Museum Marsinah bukan sekadar bangunan, melainkan simbol perjuangan masyarakat kecil yang memperjuangkan hak dan keadilan.

Prabowo menilai Marsinah menjadi lambang keberanian seorang perempuan muda yang berdiri membela hak-hak buruh meski tidak memiliki kekuasaan.

Baca Juga:  Ditarget Selesai September 2026, Wali Kota Eri: Revitalisasi Pasar Keputran Selatan Telan Rp7,7 Miliar

“Perjuangan Marsinah adalah lambang perjuangan mereka yang berada di pihak lemah, orang-orang miskin dan tidak punya kekuatan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung tragedi kematian Marsinah pada 1993. Ia menegaskan peristiwa tersebut seharusnya tidak terjadi di negara yang berdasar pada nilai-nilai Pancasila.

“Peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan buruh sesungguhnya tidak perlu terjadi,” tegasnya.

Peresmian museum ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penekanan tombol sirene oleh Presiden. Setelah itu, Prabowo berkeliling melihat sejumlah koleksi di dalam museum, mulai dari kamar Marsinah, pakaian terakhir yang dikenakan, profil perjalanan hidup, hingga diorama perjuangannya.

Presiden juga mendapat penjelasan dari Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengenai perjalanan hidup Marsinah hingga dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Baca Juga:  Kecelakaan Maut Suramadu, Polisi Duga Bus Tabrak Kendaraan di Depan

Acara peresmian turut dihadiri Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subiyanto, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto, hingga keluarga Marsinah.

Kedatangan Prabowo disambut sekitar 7.000 buruh yang memadati kawasan Stadion Anjuk Ladang hingga jalur menuju Desa Nglundo. Sejumlah buruh juga melakukan long march sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Marsinah.

Marsinah sendiri merupakan buruh PT Catur Putra Surya di Porong, Sidoarjo, yang dikenal vokal memperjuangkan kenaikan upah pekerja pada 1993. Bersama rekan-rekannya, ia menuntut kenaikan upah harian dari Rp1.700 menjadi Rp2.250 sesuai aturan pemerintah daerah saat itu.

Baca Juga:  Tak Kebagian Tukar Uang BI? Bisa ke Bank BUMN dan BCA

Pada 3 Mei 1993, Marsinah dan para buruh melakukan mogok kerja. Setelah tuntutan disepakati perusahaan, Marsinah dilaporkan hilang. Lima hari kemudian, tepatnya 8 Mei 1993, ia ditemukan meninggal dunia di kawasan hutan Dusun Jegong, Wilangan, Nganjuk.

Kasus kematian Marsinah menjadi salah satu catatan kelam pelanggaran HAM dan perjuangan buruh di Indonesia. Pada Hari Pahlawan 10 November 2025, pemerintah resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah atas perjuangannya di bidang sosial dan kemanusiaan.

Selain museum, rumah singgah di area belakang kompleks juga resmi dibuka. Fasilitas tersebut disiapkan sebagai ruang singgah bagi para buruh dan dapat digunakan setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB.(BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB